Berita Dayakpos 10/08/2018
Drs. Maliaki

Palangka Raya, Dayak Pos

Diresmikan pada tahun 1990, museum yang terletak di jalan Tjilik Riwut KM 2 Palangkaraya ini memang belum begitu populer. Bahkan masyarakat Kalimantan Tengah pun belum banyak yang sadar akan keberadaannya, namun diakui oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Museum Balanga Palangka Raya, Drs. Maliaki.

Drs. Maliaki mengatakan, museum yang berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah ini dari tahun ke tahun pengunjungnya mengalami kenaikan dikarenakan ada himbauan yang dibuat oleh pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk pelajar mulai dari PAUD sampai dengan universitas untuk diwajibkan berkunjung ke museum.

“Bahkan semenjak tahun 2017 hingga Tahun 2018 ini pemerintah provinsi Kalimantan Tengah mewajibkan pejabat dan peserta diklat pimpinan tiga dan pimpinan empat meraka wajib kunjungi museum Balanga,” jelas Maliaki.

Menurut Kepala UPT Museum Balanga selain wisatawan local, museum Balanga juga dikunjungi wisatawan asing yang berkunjung ke kota Palangka Raya.

Dikatakan Maliaki, biasanya tujuan wisatawan lokal/mancanegara yang berkunjung ke museum bertujuan  untuk mereka melihat dan mempelajari kekayaan budaya/adat yang ada di Kalimantan Tengah (Suku Dayak).

Berbagai peninggalan benda bersejarah puluhan tahun silam karena didalam museum bisa ditemukan berbagai jenis koleksi hasil kebudayaan material (benda budaya) yang dikelompokkan menjadi koleksi ethnografi, historika, arkeologi, keramologika, numismatika & heraldika, urainya.

Bahkan museum Balanga juga menerima sekitar seribu buah senjata sitaan yang digunakan saat konflik etnis di Sampit tahun 2001 sebagai koleksi historika namun di ruangan terpisah dan selalu tidak sembarang orang bisa masuk karena tidak di buka untuk umum, ujarnya.

Maliaki menghimbau dan mengaharapkan peran serta masyarakat untuk menjaga dan mengenali kearifan lokal budaya Dayak, karena ini adalah nilai yang berharga bagi kita yang ada di Kalimantan Tengah ujarnya.

Ditambahkan Maliaki dengan kita melihat benda-benda bersejarah bahkan mempelajari otomotis kita tau apa saja yang para pendahulu kita lakukan dalam kehidupan adat istiadat sehari-hari, adat pernikahan dan lain-lainnya pungkas, Kepala Unit Tugas Museum Balanga. (YM)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.