Inflasi Kalteng Tahun 2009

Oktober tahun 2009 lalu, inflasi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami kenaikan 0,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 116,06. Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Kalteng, WS Dantes Simbolon mengatakan, terjadinya inflasi tertinggi karena komoditas kenaikan harga terjadi pada jenis sayuran dan daging seperti kacang panjang, ikan gabus, ikan mas, daging ayam ras dan ikan patin.


Dari tujuh kelompok pengeluaran, ada lima kelompok mengalami kenaikan indeks harga seperti bahan makanan 2,62 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,15 persen, serta perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,01 persen.

Sementara itu, satu kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga yakni transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,15 persen. Satu kelompok harganya tetap yaitu pendidikan, rekreasi dan olah raga.

Kalau inflasi mematok angka 0,71 persen, maka deflasi tertinggi dipicu oleh ikan jenis seluang, bawang merah, daging sapi, anggur dan ketimun. Untuk Palangka Raya inflasi tak jauh beda dengan Kalteng, hanya bertambah angka di belakang saja, yakni 0,72 persen.

Menurut Dantes, selain inflasi Palangkaraya, Sampit berada di urutan kedua pemilik Indeks Harga Konsumen di Kalimantan Tengah yang menghitung inflasi pada Oktober 2009. Inflasi kota Sampit mencapai 0,70 persen, disusul Banjarmasin 0,67 persen, Balikpapan 0,20 persen dan Samarinda 0,12 persen. Selanjutnya untuk Singkawang 0,01 persen, Pontianak -0,49 persen dan terakhir Tarakan -0,74 persen.

Artikel Dayak Pos Lainnya Berdasarkan Kategori



2 komentar:

nani mengatakan...

pemerintah harus menstabilkan dalam kenaika harga pokok untuk masyarakat .kita harus memikirkan masyarakat bawah juga

nani mengatakan...

menurut saya pemerintah harus memikirkan masyarakat bawah.karena itu membuat msyarakat susah dalam kenaikan harga pokok

Poskan Komentar

 

Dayak Pos Online Copyright © 2009