Kalimantan Tengah

Peta Kalimantan Tengah
Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) alamnya termasuk tropis sehingga Kalimantan Tengah banyak turun hujan mayoritas daratan Kalteng jika ditinjau dari letak geografisnya yang ada sekarang baru terbentuk menjadi daratan pada akhir zaman tersier atau zaman kwarter. Secara Geografis Kalimantan Tengah berada di antara tiga Propinsi Kalimantan lainnya, yakni Kalimantan Barat pada batas sebelah barat, Kalimantan Selatan pada batas bagian Tenggara dan Kalimantan Timur pada batas sebelah timur laut serta berbatasan langsung dengan Laut Jawa pada bagian sebelah selatan. Garis pantai Kalimantan Tengah cukup panjang yaitu sekitar 750 Km. Semua sungai-sungai besar digunakan sebagai jalur perhubungan, semua bermuara di Laut Jawa. Hasil hutan dan bumi Kalimantan Tengah lainnya seperti rotan, damar, kayu, madu dan jelutung serta lain-lainnya telah banyak dikenal tidak hanya di pasaran nasional namun juga internasional.

Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah adalah Kota Palangka Raya yang dikenal memiliki semboyan Isen Mulang sebagai lambang semangat perjuangan masyarakat Dayak sebagai penduduk asli Bumi Tambun Bungai atau Kalteng.

Kendati demikian, penghuni Kalimantan Tengah bukan berarti hanya semata-mata suku Dayak namun juga Melayu (Banjar - Kalsel), Jawa, Sunda, Madura, Bugis, Batak dan beragam suku lainnya di Indonesia karena Kalteng menganut budaya Huma Betang yang berarti rumah besar yang bernafaskan filosofi untuk saling tolong menolong dan solidaritas satu dengan yang lain tanpa membedakan agama, status maupun golongan.

Kalimantan Tengah dengan situasi alamnya tersendiri, merupakan daerah pedalaman jika dipandang dari Kota Banjarmasin yang merupakan pusat kegiatan pemerintahan di Kalimantan Tengah dan Selatan pada kurun waktu antara tahun 1900 hingga 1942.

Akibat Perang Dunia II, banyak arsip Kalimantan Tengah yang sengaja dihilangkan oleh pemerintahan Belanda sebagai penguasa pada zaman itu khususnya waktu mereka melarikan diri ke wilayah pedalaman Kalteng.

Pada masa permulaan penaklukkan daerah Kalimantan Tengah, Belanda menggunakan sistem menghancurkan desa-desa di Kalteng yang dianggap sebagai sumber pelawanan. Kekejaman ini menakutkan penduduk sehingga banyak warga Dayak yang meninggalkan desa-desanya untuk mengungsi menyelamatkan diri.

Suatu kenyataan dalam praktek kolonial di Kalimantan Tengah adalah adanya gari pemisah antara masyarakat kolonial dengan masyarakat pribumi Kalteng, diiringi pandangan mereka bahwa masyarakat di Kalimantan Tengah (pribumi) lebih rendah dari masyarakat kolonial.

Tidaklah mengherankan tatkala kekuatan Belanda dihancurkan oleh Jepang, masyarakat Kalteng mendambakan kemerdekaan seperti yang dipropagandakan Jepang kepada warga Kalimantan Tengah. Tapi segalanya itu tenyata tidak terjadi dan Jepang tidak menepati janjinya, justru turut pula mendatangkan kesengsaraan bagi masyarakat di Bumi Kalimantan Tengah.

Artikel Dayak Pos Lainnya Berdasarkan Kategori



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Dayak Pos Online Copyright © 2009