Legislator : PBS Harus Dirikan Industri Hilir di Kalteng

Palangka Raya, Dayak Pos

DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai, Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Bumi Tambun Bungai sangat melimpah. Namun, sayangnya sampai saat ini, belum ada investor yang berani mendirikan insdustri hilir karena berbagai alasan. Oleh sebab itu, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas/Instansi terkait perlu mendesak kepada setiap Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di Bumi Tambun Bungai ini untuk mendirikan industri hilir.

Menurut Anggota DPRD Provinai Kalteng, H.M. Rizal, sampai sekarang ini hampir seluruh hasil SDA Kalteng dibawa keluar. Tanpa ada satupun PBS yang berani membangun insdurtri hilirnya. Baik itu hasil pertambangan, perkebunan dan hasil alam kalteng lainnya. Bahkan para PBS tersebut tidak mau membangun insdutri hilirnya di Kalimantan Tengah dengan berbagai alasan, baik itu karena biaya transportasi yang tinggi dan sebagainya.

“Yang harus dipikirkan pemerintah kita kedepan, kita harus bisa mendesak ada PBS yang mendirikan pabrik atau industri hilirnya di Kalimantan Tengah. Itu kita minta dari dulu tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya, karena berbagai alasan,Ucap Rizal saat dibincangi wartawan, di Gedung Dewan, jalan S.Parman Kota Palangka Raya, Rabu (7/11) kemarin.

Secara logika,  sambung wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini, apabila ada PBS yang berani mendirikan industri hilirnya disini, bahan baku mudah didapat dan logikanya akan lebih murah, serta biaya produksi juga bisa lebih rendah.

Dia mencontohkan, dulunya dibidang kehutanan, ada perusahaan kayu yang berani mendirikan industri hilir, tetapi sayangnya hanya untuk kebutuhan ekspor bukan untuk kepentingan dalam negeri.

Kalau kita ada kesepakatan dengan pemerintah sebenarnya bisa saja, untuk masalah infrastruktur saya kira tidak ada kendala, mungkin yang menjadi masalah hanya listrik. Tetapi semuanya kan bisa dipersiapkan, terang legislator dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Pemikiran seperti itulah yang selama ini menjadi penghambat investasi di Kalimantan Tengah, sementara sekarang ini, baik itu batu bara, batu besi, bauksit, CPO semuanya melimpah di daerah ini. Namun semuanya itu hanya bisa dikirim keluar daerah, tanpa ada pemikiran bagaimana bisa membangun dan mendirikan industri hilirnya di wilayah Kalteng.

Kita mengharapkan masalah pembangunan industri hilir di Kalteng ini bisa menjadi pemikiran pemeritahan kita kedepan. Jangan sampai sumber daya alam kita yang melimpah ini, hanya dijadikan barang setengah jadi kemudian dikirim keluar, kemudian setelah menjadi barang jadi dikirim lagi ke Kalteng dengan harga yang cukup tinggi,Pungkasnya.(Nvd)

You may also like...