Kalteng Fokuskan Pembangunan Pertanian Melalui Food Estate

Foto : Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran saat menyampaikan paparannya di acara dialog publik tentang Ketransmigrasi dalam rangka mendukung program food estate di Kalimantan Tengah di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (7/11).(Dayak Pos/Yanting)

Palangka Raya, Dayak Pos

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov Kalteng menggelar dialog publik tentang Ketransmigrasi dalam rangka mendukung program food estate di Kalimantan Tengah, Rabu (7/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Bupati/Walikota se-Kalimantan Tengah yang didampingi oleh perangkat daerah, tim percepatan pembangunan Kalteng Berkah, para akademisi yang berasal dari universitas perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Palangkaraya serta tokoh Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah dan lembaga swadaya masyarakat.

Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran mengatakan, melalui program Food Estate, Pemprov Kalteng ingin memfokuskan pembangunan pertanian di Bumi Tambun Bungai.

Sejalan dengan kebijakan nasional  dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Kalteng terus berbenah diri dan berupaya melakukan terobosan baru agar percepatan-percepatan di semua lini dapat terlaksana dengan baik.

“Sebagai bentuk kesiapan penyangga pangan nasional tersebut, provinsi Kalteng memfokuskan pembangunan pertanian pada program Food Estate. Melalui pengembangan beberapa komoditas strategis berupa pengembangan padi organik,” ujar Sugianto.

Adapun progresnya, lanjut Sugianto, sampai saat ini berdasarkan status lahan seluas 1.103.701 hektar, memungkinkan dikembangkan untuk program Food Estate, termasuk kawasan padi organik seluas 3.000.000 hektar.

“Terkait hal tersebut, diperlukan upaya pelepasan kawasan hutan melalui terobosan khusus ataupun melalui pola kemitraan,” lanjutnya.

Dengan adanya program Food Estate, Gubernur berharap Pemprov Kalteng mengakhiri kebijakan monitarium pembukaan kawasan baru transmigrasi yang banyak menyebabkan ketimpangan.

Sebelumnya, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri menyampaikan tujuan diadakannya dialog publik tentang Ketransmigrasi di Kalteng merupakan kesepakatan berbagai pihak terhadap rencana membuka kembali program transmigrasi di Kalteng.

“Kegiatan ini dalam rangka mendukung program food estate sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi Gubernur Kalimantan Tengah dalam mengambil dan memutuskan kebijakan,” tutupnya.(YM/aw)

You may also like...