DPRD Prihatin Rendahnya Tingkat kelulusan CAT CPNS 2018 Syamsul Hadi : Perlu Ada Kebijakan Untuk Meringankan Kelulusan Putera Daerah

H. Syamsul Hadi

Palangka Raya, Dayak Pos

Kalangan Legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengaku turut prihatin atas pengumuman hasil Computer Assisted Test (CAT) seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 di formasi Wilayah Provinsi Kalteng. Pasalnya, dari kurang lebih 600 peserta yang mendaftar hanya 6 orang yang berhasil melewati test tersebut.

“Saya sendiri terkejut mendengar hasil pengumuman CAT CPNS tahun 2018 untuk formasi wilayah Provinsi Kalteng , dan terus terang saya sangat prihatin dengan tingkat kelulusan yang sangat rendah ini, karena dari 600 orang hanya 6 orang yang berhasil lolos.”Ucap Ketua Komisi C DPRD Kalteng, H. Syamsul Hadi, saat dibincangi wartawan di Gedung Dewan, jalan S.Parman Kota Palangka Raya, Selasa (6/11) kemarin.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini juga mengatakan, selama Standarisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat masih memiliki taraf yang sangat tinggi, hal tersebut jelas akan memberikan kesulitan bagi putra daerah Kalteng, yang berpartisipasi dalam penerimaan CPNS tahun 2018.

“Standar di Kalteng dan dipusat jelas berbeda, apabila tes tersebut standarisasinya menggunakan standar pusat, jelas putra daerah kalteng yang berpartisipasi dalam CPNS 2018 akan kesulitan. Sedangkan kita sangat berharap kelulusan tes CPNS di Provinsi Kalteng di dominasi oleh Putra daerah.”Ungkap Syamsul.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan  juga berharap, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas/Instansi terkait yaitu Badan Kepegawaian Daerah (BKD), bersama-sama dengan DPRD Provinsi Kalteng bisa mengevaluasi teknis maupun rendahnya tingkat kelulusan tes CAT CPNS tersebut.

“Mengingat rendahnya tingkat kelulusan tes CPNS khususnya dibagian CAT, yang pertama kita berharap baik dari DPRD Kalteng maupun Pemerintah memalui Dinas terkait, bisa bersama-sama mengevaluasi baik secara teknis maupun pencapaian hasil tes tersebut. Yang kedua, kita berharap dan memohon agar putra daerah tetap menjadi prioritas, karena yang namanya putera daerah jelas lebih memahami kondisi wilayah yang ada di Provinsi Kalteng, serta kita khawatir apabila yang lolos bukan putera daerah, posisi yang seharusnya ditempati malah kosong karena meminta pindah kerja.”Tandasnya.

Selain itu, sambung Syamsul, dirinya juga meminta agar Standarisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat bisa diubar menjadi Standarisasi daerah. Pasalnya Penerimaan CPNS Tahun 2018 tersentrasilasi dan dengan melihat hasil CAT yang telah dikeluarkan secara resmi oleh pihak panitia penyelenggara tes CPNS tahun 2018, pemerintah pusat diharapkan bisa memberikan kebijakan untuk meringankan tes tersebut.

“Yang ketiga, kita meminta agar Standarisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat bisa di ubah sesuai dengan standarisasi yang ada di Provinsi Kalteng, dan melihat dari hasil CAT CPNS sekarang, Pemerintah Pusat perlu mengeluarkan kebijakan yang bersifat meringankan para peserta yang ikut dalam tes CPNS 2018. Kalau tetap seperti ini, jelas kekurangan PNS di Kalteng tidak bisa tertutupi khususnya untuk formasi Tenaga Pendidik/Guru dan Kesehatan.”Pungkasnya.(Nvd)

You may also like...