Dewan Keluarkan 4 Rekomendasi Untuk PT ATA

Ketua DPRD H Gumer saat diwawancara pewarta, Rabu(7/11).(Dayak Pos/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Dayak Pos

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunung Mas (Gumas), Gumer menyatakan pihaknya mengeluarkan 4 rekomendasi terhadap PT Archipelago Timur Abadi (ATA) terkait masalah kebun kemitraan dengan Koperasi Palangka Mas Sejahtera, Koperasi Tampuhak Kapakat Itah, Koperasi Bunut dan Koperasi Mihing Manasa pada Rapat Dengar Pendapat, Selasa (6/11) di ruang RDP Dewan.

“Rekomendasi pertama, kata Gumer, PT ATA diminta membuat formulasi kerjasama yang tidak merugikan semua pihak,” ujar Gumer, Rabu(7/11) setelah rapat paripurna ke-5 masa persidangan pertama tahun sidang 2018 DPRD Gumas dengan agenda penyampaian pidato pengantar Bupati Gumas terhadap Raperda tentang APBD Gumas tahun anggaran 2019.

Rekomendasi kedua adalah membuat nota kesepahaman atau memory of understanding (MoU) yang berisi suruh formulasi dari Pemda dengan pihak perusahaan dan disepakati bersama. Paling lambat dilaksanakan pada akhir bulan ini.

“Yang kita tahu selama ini, perjanjian antara kedua pihak tanpa melibatkan Pemerintrah Daerah Gunung Mas sehingga terjadilah keributan antara mereka. Pemda sebagai mediasi ikut campur dalam penentuan sisa hasil kebun(SHK),” beber dia.

Rekomendasi ketiga, sambung Gumer, PT ATA diminta membuat jalan untuk kebun  milik mitra kerja supaya dapat mengangkut hasil kebun, bibit, pupuk dan yang lainnya. PT ATA dan mitra kerjanya saling memantau, terutama mitra kerja memantau perkembangan lahan.

“Ini (rekomendasi ketiga) juga terkait sikap PT ATA ya. Berdasarkan informasi yang kami terima, mereka tidak memperhatikan lahan milik mitra kerjanya, seperti memberikan pupuk dan dikerjakan ala kadarnya saja (setengah hati). Mereka lebih fokus pada kebun inti,” urainya.

Rekomendasi keempat, tukas Gumer, pada pertemuan selanjutnya untuk penandatanganan MoU dan pertemuan lainnya dengan mitra kerja maupun dengan Pemda, harus dihadiri pengambil keputusan di perusahaan, bukannya perwakilan yang bukan pengambil keputusan.

“Selama inikan yang hadir selalu perwakilan, yang bukan pengambil keputusan. Kami minta hal ini kedepan harus dirubah. Pengambil keputusan lah yang hadir,” tegas Politikus PDI Perjuangan tersebut.

Terhadap empat rekomendasi itu, Gumer katakan perwakilan PT ATA yang hadir saat itu memastikan akan menyampaikannya rekomendasi DPRD Gumas kepada manajemen perusahaan selaku penentu keputusan.

“Akan kita  kawal (empat rekomendasi dan hasil RDP). Kalau empat rekomendasi ini tidak mereka jalankan, kita evaluasi kembali, kita tindak lanjuti,” imbuh dia.(Nov/aw)

You may also like...