WAPRES: PENYANDERAAN DITANGANI PERSUASIF UNTUK HINDARKAN KORBAN

Jakarta, Dayak Pos

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan aparat kepolisian dan TNI kini tengah menangani kasus penyanderaan warga di dua desa di Kabupaten Mimika, Papua, secara persuasif untuk menghindarkan korban yang lebih besar.

“Polisi dan TNI kan sudah mengusahakan dan juga pemerintah sana untuk menyelesaikan itu secara persuasif, secara dialog, ya memang hal ini pertama begitu tetapi kalau tidak dicapai tentu pemerintah mementingkan kepentingan rakyat yang lebih besar, jadi harus tegas juga untuk menyelesaikan itu, tapi sekarang ini harus dengan persuasif supaya jangan terjadi korban yang banyak,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/11) kemarin.

Hal ini disampaikannnya menanggapi pertanyaan terkait penyanderaan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata terhadap 1.300 orang di dua desa di Mimika, Papua.

Menurut Wapres, semua kelompok bersenjata apalagi berpikir separatis tentu melawan pemerintah. Pemerintah tentu memikirkan kepentingan rakyat yang lebih besar.

Wapres mengatakan, pemerintah wajib menyelamatkan warganya bila upaya persuasif maupun dialog menemui jalan buntu.

“Ya harus menyelamatkan rakyat apapun caranya,” katanya menjawab pertanyaan wartawan bila upaya persuasif tak membuahkan hasil.

Seperti dikutip berita sebelumnya, penyanderaan yang berlangsung bermukim di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura disampaikan Kapolda Papua Boy Rafli pada Kamis, 9 November 2017.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin pada Senin (13/11), menyebutkan evakuasi warga di Kabupaten Mimika, Papua, yang disandera kelompok kriminal bersenjata terus berlangsung.

“Jumlahnya semakin hari semakin berkurang,” kata Komjen Polisi Syafruddin di Jakarta.

Saat ini, tim gabungan masih berupaya mengevakuasi pekerja dan pria yang masih berada di lokasi penyanderaan.

Syafruddin menuturkan anggota Polri dan TNI berhati-hati dan berkala menjalankan operasi untuk membebaskan warga yang disandera kelompok bersenjata itu.

KKB sejak Oktober lalu melakukan aksi teror diwilayah operasional PT Freeport hingga mengakibatkan tujuh anggota Brimob terluka, bahkan satu diantaranya meninggal.(Ant/006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.