Siaga Bencana, Pemprov Gelar Apel Tagana

Kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Tingkat Provinsi Tahun 2018, yang di pimpjn oleh pembina apel Pj. Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, di Bumi Perkemahan Kabariat Tuah Pahoe, Kamis (4/10).(Dayak Pos/Yanting)

Palangka Raya, Dayak Pos

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Sosial Pemprov. Kalteng menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Tingkat Provinsi Tahun 2018 di Bumi Perkemahan Kabariat Tuah Pahoe, Kamis (4/10).

Kegiatan yang diikuti oleh Kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) lingkup Pemerintahan Provinsi Kalteng, Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota se-Kalteng serta Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran melalui Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri mengatakan, hakekat dari tujuan penanggulangan bencana adalah untuk mengurangi resiko bencana dan menekan dampak bencana terhadap masyarakat.

Oleh karena itu segala aspek maupun proses yang terkait dengan upaya-upaya penanggulangan bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka segala upaya penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh, ujar Fahrizal Fitri yang menjadi pembina apel Kesiapsiagaan Bencana TAGANA Tingkat Provinsi Tahun 2018.

“Agar masyarakat memahami tentang peran dan fungsinya dalam penanggulangan bencana, maka perlu dilakukan upaya-upaya pemberdayaan seperti penguatan, pemantapan dan pelatihan sesuai dengan budaya, kearifan lokal serta kemampuan dan potensi masyarakat itu sendiri, sehingga masyarakat akan lebih mandiri, lebih kuat, lebih sigap, lebih terlatih dan lebih siap untuk menghadapi bencana mendatang tanpa bergantung kepada pihak lain kecuali kondisi khusus jelas,”Gubernur.

Untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana diperlukan basis yang kuat dari kalangan masyarakat itu sendiri agar penanggulangan bencana tidak hanya menjadi kebutuhan sampingan tapi melembaga sebagai bagian dari kehidupannya, tuturnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini mengatakan bahwa, kelompok basis yang dianggap paling kuat, paling menonjol dan militan serta memiliki spirit yang tinggi adalah dari kelompok generasi muda yang keberadaan mereka ada di seluruh pelosok desa di seluruh tanah air.

Menurutnya. agar potensi tersebut melembaga, maka keberadaannya perlu mendapat pengukuhan dan penetapan yuridis formal dan dapat disetarakan dengan unsur-unsur penanggulangan bencana formal lainnya untuk menumbuhkan rasa kebanggaan profesi serta rasa tanggung jawab sosial.

Pengakuan dan penetapan yuridis formal generasi muda dalam sistem penanggulangan bencana nasional diberi nama Tagana. Jumlah anggota Tagana yang semakin banyak harus seiring dengan upaya peningkatan kualitas kemampuan dan profesionalitas Untuk itu perlu dibentuk satuan-satuan khusus Tagana seperti dapur umum, Iogistik, shelter, evakuasi dan Layanan Dukungan Psikososial, ungkapnya.

Perlunya pemikiran ditetapkannya semacam “Perintah Harian“ yang dipedomani sebagai “Soko Guru” untuk melakukan segala aktivitas, sekalipun tidak ada peristiwa bencana, seperti tentang etika moral, tanggung jawab, teladan dan sikap korsa yang tinggi.

Menurut Gubernur, Tagana berprinsip pada One Comand (Satu Komando), One Rule (Satu Aturan), One Corp (Satu Korsa/Unit), berdasarkan ketiga hal tersebut, maka “Jiwa atau Ruh” Tagana sebagai relawan kemanusiaan yang bermoralitas tinggi, cerdas dan profesional niscaya dapat terwujud. Artinya Tagana harus memiliki komitmen yang kuat terhadap peran dan tanggung jawabnya sebagai potensi masyarakat taktis dalam Penanggulangan Bencana.

Sebagai salah satu pembina Tagana Kalteng, Gubernur Kalimantan Tengah berharap, seluruh Anggota Tagana Provinsi Kalimantan Tengah dapat mengemban tugas dan fungsinya dalam penanggulangan bencana. Jalankan tugas dengan adil, jujur, tidak memandang status sosial para korban bencana dan selalu berfalsafahkan Huma Betang, tutup Fahrizal. *YM/Lsn)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.