Polres Kotim  Tangkap Dua Pencuri Motor

Tampak pelaku AS yang berhasil di ciduk oleh Siber Polda Kalteng karena memposting ujaran kebencian yang mengandung SARA di Medsos. (Dayak Pos/Darmawanto)

Sampit, Dayak Pos

Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Kotim)  menangkap dua pelaku pencurian dengan pemberatan di Sampit yang ternyata juga merupakan pencuri kendaraan bermotor.
“Awalnya penyelidikan terkait pencurian dengan pemberatan pada 7 September, tapi kemudian diketahui ternyata pelaku juga mencuri sepeda motor pada 31 Agustus lalu,” kata Kapolres AKBP Mohammad Rommel didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Wiwin Junianto Supriyadi di Sampit, Senin (10/9) malam.
Dua tersangka tersebut adalah Ardiansyah alias Gepeng dan Ahmad Rifani warga Jalan Usman Harun Kelurahan Baamang Hilir Kecamatan Baamang. Ardiansyah diduga menjadi otak aksi kejahatan ini.

Berdasarkan catatan kepolisian, Ardiansyah sudah enam kali dipenjara dengan kasus pencurian dan pemberatan. Penangkapan ini merupakan ketujuhkalinya bagi Ardiansyah. Namun kali ini dia beraksi bersama Rifani.
Jumat (7/9) sekitar pukul 05.30 WIB, mereka mencuri di rumah Ikhsan Riyadi di Perumahan Ariaga Estate di Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Mereka masuk dengan merusak jendela, kemudian mengambil sejumlah barang berharga milik korban yang saat itu sedang tertidur.
Polisi yang menerima laporan korban, langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dugaan kemudian mengarah kepada Ardiansyah yang diketahui baru dua pekan menghirup udara segar setelah menyelesaikan hukumannya di penjara.

Sabtu (8/9) sore, polisi mendatangi rumah Ardiansyah dan menemukan sejumlah barang yang diakui milik korban. Atas bukti itu, Ardiansyah dan Rifani langsung digelandang ke Markas Polres Kotawaringin Timur.

Setelah diinterogasi, pelaku mengaku juga mencuri sepeda motor di Jalan Teratai Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Sepeda motor tersebut baru dibeli oleh pemiliknya.
“Ini masih didalami, siapa tahu masih ada lokasi lainnya atau warga lainnya yang menjadi korban. Dia ini tidak jera padahal sudah berkali-kali dipenjara,” kata Rommel.
Sementara itu Ardiansyah mengaku melakukan kejahatan itu karena alasan ekonomi. Dia bingung tidak memiliki pekerjaan setelah bebas dari penjara sehingga akhirnya tergoda untuk mencuri lagi.

“Saya sudah punya istri. Saya perlu uang. Tapi sekarang saya ditangkap lagi,” kata Ardiansyah dengan wajah memelas.

Rommel menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi siapapun untuk melakukan kejahatan, apalagi sampai meresahkan masyarakat. Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku kejahatan yang nekat beraksi di Kotawaringin Timur.
Rommel juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mencegah terjadinya pencurian maupun tindak kejahatan lainnya. Rumah dan barang berharga lainnya harus dipastikan disimpan dalam kondisi pengamanan yang maksimal sehingga tidak memberi peluang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. (Ant/LD)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.