Berita Dayakpos 02/05/2018

Sampit, Dayak Pos

Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menggerebek pabrik pembuatan minuman keras tradisional jenis arak di Sampit dan menemukan barang bukti yang cukup banyak.

“Ini berkat informasi dari masyarakat. Saat penggerebekan, ada dua karyawan yang kami amankan yakni berinisial AS dan AN. Kasus ini masih kami kembangkan,” kata Kapolres AKBP Muhammad Rommel melalui Kepala Bagian Operasional AKP Boni Ariefianto di Sampit, Senin (30/4)

Bangunan yang digunakan untuk pembuatan arak itu berada di Jalan Jenderal Sudirman km 13 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Belum lama ini, polisi juga menggerebek pabrik pembuatan arak di Jalan Jenderal Sudirman km 11 atau berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi pabrik arak yang digerebek kali ini.

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB ketika polisi mendapat informasi industri rumahan pembuatan arak itu sedang beroperasi. Saat digerebek, ternyata benar ada dua karyawan yang sedang beraktivitas terkait pembuatan arak.

Di bangunan yang terletak cukup jauh dari rumah penduduk tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa arak atau oleh warga setempat sering disebut dengan nama lonang, sebanyak 8,5 jeriken ukuran 35 liter serta 70 drum berisi bahan-bahan yang diduga merupakan campuran untuk membuat minuman memabukkan tersebut.

Menurut pekerja yang diamankan, bahan-bahan itu merupakan campuran ketan merah, ragi dan air. Mereka belajar membuat arak tersebut secara otodidak. Kedua karyawan itu langsung dibawa ke Polres untuk diperiksa.

“Kami masih mendalami siapa bos atau pemilik pabrik arak tersebut. Kedua orang itu masih dimintai keterangan terkait masalah itu,” kata Boni.

Boni menegaskan, Polres Kotawaringin Timur akan terus gencar memberantas peredaran narkoba dan minuman keras karena dampaknya sangat buruk bagi masyarakat. Minuman keras jenis arak diduga masih marak beredar, namun pihaknya juga akan terus gencar memberantasnya.

Maraknya peredaran arak diduga karena proses pembuatannya yang dinilai cukup mudah. Selain itu, pelaku menjualnya dengan harga relatif terjangkau sehingga banyak peminatnya.

Boni mengingatkan seluruh Polsek juga giat memberantas narkoba dan minuman keras. Terlebih saat ini menjelang bulan suci Ramadhan agar tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.(002)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.