Berita Dayakpos 28/05/2018
BARBUK DAN TERSANGKA-Barang bukti (Barbuk) dan tersangka Muhamad Isman saat diamankan di Mapolres Barito Utara. Dan mengamankan barang bukti diantaranya sabu tiga paket seberat 12,96 gram bruto, Minggu dinihari.(Dayak Pos:Polres Barut)

Muara Teweh, Dayak Pos

Polres Barito Utara (Barut) kembali mengamankan salah seorang yang diduga bandar sabu-sabu bernama Muhamad Isman alias Ciman (28), yang merupakan warga jalan Manggala RT 06, kelurahan Jambu, kecamatan Teweh Baru, kabupaten Barito Utara. Dimana sebelumnya, Minggu (13/5) Polres Barito Utara juga mengamankan salah seorang pengedar sabu-sabu.

Muhamad Isman ditangkap aparat kepolisian di tempat tinggalnya di kelurahan Jambu, kecamatan Teweh Baru pada Minggu (27/5) dini hari sekitar pukul 02.30 Wib. Penangkapan tersangka tersebut dilakukan saat anggota Satresnarkoba Polres Barito Utara dan tim gabungan melaksanakan razia di tempat hiburan pada Sabtu (26/5) tengah malam, ketika itu tersangka yang merupakan target operasi polisi berada di tempat tersebut.

“Tersangka ditangkap beserta sejumlah barang bukti sebanyak tiga paket sabu-sabu seberat 12,96 gram bruto yang ditemukan di tempat tinggalnya,” kata Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar SIK melalui Kasat Narkoba Polres Barito Utara AKP Tugiyo, Minggu (27/5).

Dikatakannya, saat dilakukan penggeledahan badan, tidak ditemukan narkotika, kemudian oleh tim Satresnarkoba tersangka dibawa ke rumahnya dan dilakukan penggeledahan rumah, sehingga ditemukan barang bukti berupa tiga paket sabu-sabu dengan berat total 12,96 gram bruto.

Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti lainnya berupa 43 pipet kaca, enam bungkus plastik klip kosong, serta dompet kecil warna biru, timbangan digital merk CHQ warna hitam, sendok takar dan sendok puding, sendok takar terbuat dari sedotan plastik, HP Nokia tipe 3310 warna biru tua masing-masing satu buah, dan uang tunai Rp550.000.

Tersangka Ciman dijerat pasal 114 ayat (2) jo 112 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku pengedar dan bandar lainnya bisa tertangkap,” katanya.(lna)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.