Polda Terjunkan “Cyber Crime” Minimalkan Kerawanan Pilkada

Palangka Raya, Dayak Pos

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah menerjunkan tim “cyber crime” guna mengantisipasi dan meminimalkan potensi kerawanan Pilkada di provinsi setempat yang dilakukan melalui media sosial.

“Tim ‘cyber crime’ ini akan mengantisipasi dan meminimalkan potensi penyalahgunaan media sosial dalam pilkada, seperti penyebar kebencian, berita bohong, penyebaran isu SARA termasuk “black campaign” atau kampanye hitam,” kata Wakapolda Kalteng Kombes Pol Dedi Prasetyo di Palangka Raya, Sabtu (6/1).

Selain tim ‘cyber crime’ pihak Kepolisian Kalteng juga membentuk dua satgas yakni Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Satuan Tugas Anti Politik Uang.

“Untuk Satgas Anti Politik Uang lebih fokus untuk mengantisipasi penggunaan uang dalam pilkada. Contohnya ketika ada pasangan calon yang bermain politik uang, satgas itu yang akan menindak tegas,” katanya.

Sementara itu fungsi Satgas Gakkumdu yang di dalamnya diisi Kepolisian, Kejaksaan dan Panwaslu lebih condong dalam penanganan pelanggaran pilkada yang akan dilakukan oleh pasangan calon maupun tim pemenangan yang akan bersaing.
Satuan-satuan tugas tersebut dibentuk dalam upaya menciptakan suasana Pilkada di Kalimantan Tengah yang aman, kondusif, jujur, dan adil tanpa politik uang sehingga pergelaran pesta rakyat semakin berkualitas.

Pihaknya pun akan menindak tegas para pelaku kecurangan dan pelanggaran dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada bulan Juni 2018.

Pihaknya pun akan menindak tegas oknum masyarakat yang berani berbuat kecurangan di Pilkada yang akan dilaksanakan di 10 kabupaten satu kota di Kalteng.
“Apabila ada bentuk pelanggaran yang mengarah unsur pidana maka kepolisian dan kejaksaan yang akan memproses. Sedangkan pelanggaran pilkada Panwaslu yang akan menindak tegas sesuai dengan faktanya,” kata perwira berpangkat melati tiga tersebut.

Orang nomor dua di Mapolda Kalteng itu menambahkan, pada tanggal 13 Februari 2018 dilakukan deklarasi pemilu damai.

Dengan adanya deklarasi tersebut diharapkan bagi pasangan calon maupun tim sukses agar jangan membuat pelanggaran baik mengarah ke pidana maupun pelanggaran pemilu.

“Bagi pasangan calon kita imbau agar pesta demokrasi ini berjalan lancar, setiap pasangan wajib mematuhi aturan yang sudah tertera ketika berkompetisi di pilkada serentak nantinya,” katanya.(Ant/002)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.