Polda Kalteng  Gelar Seminar Anti Hoax

Wakapolda Brigjen. Pol. Rikwanto bertukar cinderamata dengan Direktur FIF dalam seminar bijak bermedia sosial dalam menangkal hoax.(Dayak Pos/Darmawanto)

Palangka Raya, Dayak Pos

Polda Kalimantan Tengah mengadakan Seminar Bijak Bermedia Sosial Dan Antisipasi Hoax di Aula Ditlantas Polda Kalteng.

Seminar yang menghadirkan Wakapolda Kalteng Brigjen. Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum dan Direktur FIF Group Reza sebagai pembicara, acara diikuti oleh insan pers dari media cetak, media elektronik dan juga pelaku bisnis Financial, Kamis (4/10).

Dalam sambutannya Kapolda Kalteng Irjen. Pol. Drs. Anang Revandoko yang dibacakan Wakapolda Brigjen. Pol. Drs. Rikwanto, S.H mengatakan, menyambut baik kegiatan seminar yang diselenggarkan pada hari ini dalam upaya memberikan pengetahuan bermedia yang cerdas.

“Saya menyambut dengan baik kegiatan seminar yang diselenggarakan yaitu bijak bermedia sosial dalam upaya mencegah adanya berita bohong atau hoax”, dalam sambutannya.

Harapannya adalah agar masyarakat serta pelaku bisnis dapat menggunakan media sosial secara baik dan benar, terutama dalam memberikan informasi yang terjadi disekitarnya.

“Media sosial saat ini adalah sebuah saranan yang efektif dalam menyebarkan informasi, bahkan informasi yang di dapat kadang tidak ketahui kebenaran sehingga mampu menjadi sebuah berita bohong dan dapat menyesatkan”, tambahnya.

“Dengankan ini acara seminar resmi saya buka semoga kita semakin cerdas dalam bermedia untuk menangkal hoax”, dalam sambutan penutup Kapolda Kalteng.

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan oleh Wakapolda Kalteng Brigjen. Pol. Rikwanto.

Dalam paparannya, Rikwanto mengatakan perkembangan media sosial makin berkembang dan canggih, dengan semakin majunya tekhnologi di bidang informasi maka segala sesuatu dapat diketahui.

“Peranan media sangatlah penting dalam menyajikan berita maupun informasi, apalagi media sosial yang semakin tumbuh berkembang secara cepat, sehingga apa yang tidak kita ketahui saat di posting ke media sosial maka semua orang akan tahu”, terang Rikwanto.

Ditambahkannya lagi bahwa media mampu menjadikan sebuah negara menjadi maju ataupun hancur, bahkan dapat mengakibatkan peperangan.

“Kadang media mampu mengangkat sebuah negara bahkan juga dapat menghancurkan negara, apalagi bila diikuti dengan berita bohong atau hoax, bahkan hoax itu sudah ada sejak dari dulu bahkan saat perang terjadi, salah satu contohnya adalah perang vietnam dan timur tengah, begitu banyak berita-berita hoax yang muncul dan mengakibatkan kehancuran,” ujarnya.

Hoax atau berita bohong dapat dilakukan oleh siapa dan tidak memandang pendidikan, bahkan dengan adanya media sosial maka secara tidak langsung memudahkan seseorang untuk menyebarkan hoax, maka daripada itu marilah kita menggunakan media sosial dengan cerdas agar hoax dapat di tangkal,” tutup Rikwanto.

Sementara itu Reza mengatakan sangat gembira dan menyambut baik dengan adanya kegiatan seminar ini, karena melibatkan pelaku usaha.

“Saya senang karena kami sebagai pelaku usaha diberikan kesempatan untuk mengikuti acara seminar ini, harapannya agar nantinya seminar ini dapat terus berlanju, sebagai upaya dalam menangkal hoax,” harapnya.(Dmt/Lsn)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.