Berita Dayakpos 13/03/2018
Jumpa pers, Senin (12/3) terkait penyelesaiaan permasalahan antara masyarakat dan perusahaan yang terjadi di kabupaten Kotim. dalam kegiatan tersebut,ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran akan bentuk Mantir Basara Hai dan menargetkan penyelesaian permasalahan dalam kurun waktu sebulan.(Dayak Pos/Novan)

Palangka Raya, Dayak Pos

Terkait pernasalahan antara masyarakat dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yaitu PT. Mustika Sembuluh Yang merupakan anak dari PT. Wilmar Grup, di kabupaten Kotawaringin Timur, ketua umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa tim Investigasi DAD baik DAD Provinsi maupun DAD Kabupaten telah membuahkan hasil dan kini sedang berlanjut ke tahap selanjutnya.

“Kami selaku tim Investigasi DAD Provinsi dan DAD Kabupaten Kotim sudah berkoordinasi, dan ternyata hasil dari investigasi kami telah tertitik pada sebuah kesamaan, namun kami belum bisa mempublikasikan hasil investigasi ini. Dan dalam waktu dekat ini, DAD akan membentuk tim ’17’ yang merupakan tim khusus serta dari tim 17 inilah yang nantinya akan membentuk ‘Mantir Basara Hai’ yang merupakan Hakim dan jaksa dalam lingkup Adat Dayak.”  Ucap Agustiar saat menggelar konferensi Pers, di Betang Hapakat, jalan RTA. Milono Km.3,5 kota Palangka Raya, Senin (12/3) sore.

Dirinya juga memaparkan, tugas dari tim 17 sendiri adalah mengkaji serta mengurutkan pokok permasalahan yang terjadi antara masyarakat dengan PT. Mustika Sembuluh, sedang untuk Mantir Basara Hai, berperan sebagai Hakim Adat, dimana posisi Mantir Basara Hai sendiri akan dipilih dari para Damang terbaik, serta Mantir Basara Hai lah yang  nantinya akan menjatuhkan sangsi Adat.

“Tugas dan fungsi dari tim 17 sendiri alah mengkaji serta merunutkan inti permasalahan serta mengambil kesimpulan. Sedangkan posisi Mantir Basara Hai, akan diisi oleh Damang Adat terbaik, yang nantinya akan menjadi Hakim dalam penegakan hukum adat. Untuk saat ini, biarkanlah kami bekerja  terlebih dahulu. Kita optimis permasalahan ini akan selesai dalam bulan ini juga dan tunggu tanggal mainnya.”ujarnya.

Disisi lain. Ketua Harian DAD Provinsi Kalteng Andrie Elia Embang menjelaskan, dengan adanya permasalahn ini, masyarakat adat Dayak khususnya yang berada diwilayah Kotawaringin Timur berharap agar mendapatkan Keadilan dengan dijatuhkannya sangsi tegas kepada PBS yang bertindak semaunya terhadap masyarakat.

“Masyarakat sebenarnya tidak berharap lebih, atas adanya insiden pengerusakan situs Adat ini, masyarakat hanya mengharapkan adanya keadilan, sehingga pihak perusahaan yang beroperasi di kalteng ini, bisa lebih lebih menghormati situs Adat.”pungkasnya.

Untuk diketahui, Pihak PT. Mustika Sembuluh diduga telah nelakukan pengerusakan terhadap beberapa situs Adat berupa Sandung, sehingga hal ini memicu kemarahan masyarakat adat Dayak yang berada di kawasan Kabupaten Kotawaringin Timur, dan hingga saat ini pihak DAD masih menelusuri lebih lanjut terkait insiden pengerusakan yang dilakukan secara sengaja tersebut.(006)

 

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.