Berita Dayakpos 12/01/2018

Palangka Raya, Dayak Pos

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan pendapatan asli daerah tahun 2018 sebesar Rp1,5 triliun atau mengalami kenaikan sekitar Rp58,216 miliar dibanding tahun 2017.

Kenaikan tersebut secara tidak langsung harus menjadi perhatian satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) bekerja lebih keras menggali sumber-sumber PAD, kata Kepala Badan Keuangan Daerah Kalteng, Nuryakin di Palangka Raya, Kamis (11/1).

Dikatakan, kalau kegiatan yang ada bisa terlaksana, tentu anggaran bisa terserap. Untuk yang berdampak terhadap PAD, akan lebih bagus cepat terlaksana, ujarnya.
Seluruh SOPD di lingkungan Pemprov Kalteng diyakini akan mampu mencapai target PAD tahun 2018 yang telah ditetapkan. Hal itu terlihat dari berbagai langkah yang telah dilakukan Gubernur Sugianto Sabran dua tahun terakhir.
Nuryakin mengatakan pelaksaan anggaran di awal tahun 2018 terbilang cukup cepat, sehingga akan sangat berdampak terhadap penyerapan anggaran dan pelaksaan program dan tentunya berngaruh terhadap pemasukan pendapatan.
Tahun ini pemerintah starnya cepat, pada 2 Januari 2018 sudah siap, bergerak semua. Ya, ini akan otomatis akan berdampak pada target PAD. Bahkan kita yakin bisa melampaui target yang sudah ditetapkan, katanya.

Kendati demikian, Kepala Bakeuda) Kalteng tetap menekankan agar semua Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) bisa bergerak cepat melaksakan program kegiatan yang ada di instansinya masing-masing. Sebab, implementasi kegiatan ada di SOPD masing-masing.

Dia mengatakan sejak awal tahun kemarin, semua perangkat dan berbagai item pendukung pelaksaan program sudah disiapkan. Bahkan pemerintah tidak menemukan kendala sedikitpun saat menetapkan kebijakan mengenai persiapan pelaksaan penggunaan anggaran tahun ini.

Pengguna anggaran sudah ada SK (surat keputusan), barang dan jasa siap kita lelang, apalagi anggaranya semua sudah siap. Intinya untuk lebih lanjut tinggal kita bergerak saja, karena ini sudah siap semua, demikian Nuryakin.(Ant/002)