Berita Dayakpos 25/05/2018
Anggota DPRD Kalimantan Tengah, H Edy Rosada,

Palangka Raya, Dayak Pos

Guna menangani harga karet di Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten/Kota diminta membentuk badan penyangga daerah. Pasalnya sampai sekarang ini harga karet di Kalimantan Tengah masih rendah.

Menurut Anggota DPRD Kalimantan Tengah, H Edy Rosada, masih minimnya harga karet di Kalimantan Tengah dinilai memang sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu, DPRD Kalimantan Tengah menyarankan pemerintah kabupaten/kota dapat membentuk badan penyangga daerah khusus karet.

Harga karet sekarang ini dinilai tidak sebanding dengah harga beras atau gula serta harga sembilan bahan pokok (Sembako) lainnya. “Harga karet masih jauh dari harapan masyarakat, masih rendah, masih belum sebanding dengan harga beras atau gula,” Edy, saat dibincangi wartawan di gedung Dewan, kemarin.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalteng ini mengatakan bahwa untuk mengendalikan harga karet cukup sulit. Oleh karena itu dia mengusulkan agar pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah baik Kabupaten/Kota untuk ambil bagian secara langsung dengan membentuk Badan Penyangga Daerah Khusus Karet.

“Dengan adanya Badan Penyangga Daerah khusus karet tersebut diharapkan dapat sebagai pengendali harga,” harap Anggota Komisi B DPRD Kalteng, yang membidangi ekonomi dan sumber daya alam (SDA) ini.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas ini menuturkan bahwa kendala selama ini keuangan daerah masih belum siap dari segi pendanaan untuk menstabilkan harga karet di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah paling sanggup membeli puluhan ton karet, dan juga kendalanya mereka beli dengan harga tinggi menjual dengan harga rendah. Sehingga akan perlu dana yang cukup besar,” tambah Edy.

Disampaikan juga bahwa kendala utama sulitnya naik harga karet karena, permintaan karet masih sangat terbatas karena kebanyakkan hanya bahan baku pembuatan ban mobil/motor. “Karet beda dengan CPO yang banyak produk turunannya sehingga selalu banyak permintaan sehingga harga cukup tinggi. Sebab setiap saat dibutuhkan masyarakat baik bahan baku makan, kosmetik dan lainya,” lanjut Edy.

Dikatakan Edy, kenggulan karet juga ada, karena dari beberapa dekade, karet tetap selalu dibutuhkan dan tetap menjadi salah satu usaha masyarakat pedesaan saat ini. “Petani karet hingga saat ini masih banyak. Walaupun kadang hanya cukup untuk memenuhi beberapa kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa harga karet kadang memang bisa naik turun, tergantung permintaan Negara misalnya Thailand. “Kalau di Thailand musim hujan dimana petani disana tidak bisa menyadap karet. Maka terpaksa mereka minta impor karet dari Indonesia, sehingga harga karet bisa naik,” pungkasnya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.