Pemerintah Diharapakan Mengerti Kondisi Mahasiswa Di Yogyakarta

Palangka Raya, Dayak Pos

Diturunkannya surat perintah untuk mengosongkan asrama mahasiswa putra Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng), di Jalan Pakuningratan, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat tanggapan dari sejumlah Legislator DPRD Provinsi Kalteng, Pasalnya mahasiswa yang menempuh pendidikan di kota Seni dan tinggal di Asrama Kalteng tersebut beranggapan bahwa surat untuk mengosongkan asrama tersebut terkesan mendadak.

Menurut Legislator Komisi D DPRD kalteng H.M. Rizal, pihaknya setuju dengan pendataan dan penataan aset Pemerintah Kalteng yang diseluruh wilayah Indonesia, serta pihaknya juga setuju dengan adanya niat Pemerintah untuk merehabilitasi, agar asrama kalteng menjadi lebih baik.

“Kami setuju dalam rangka pendataan dan penataan aset Pememerintah Kalteng dimana saja, kami juga sepakat untuk direhabilitasi agar lebih baik lagi, bahwa Asrama Mahasiswa/Pelajar Kalteng yang ada di Yogyakarta keberadaannya sudah lama serta sudah  banyak menghasilkan sarjana-sarjana tangguh,memiliki nilai kompetensi tinggi, baik yang bekerja di Pemerintahan maupun Swasta.”Ucap Rizal, saat dikonformasi media ini, melalui pesan Whatsapp, senin (14/8) kemarin.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kabupaten Katingan, kabupaten Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, Asrama Mahasiswa /Pelajar di Yogyakarta terbagi di 2 tempat, yaitu di jalan Abu Bakar Ali dan di jalan  Pakuningratan 63, yang perlu menjadi perhatian pemerintah dari kedua Asrama ini adalah perlu adanya penataan agar terpelihara dengan baik.

“yang perlu menjadi perhatian pemerintah dari kedua Asrama ini adalah perlu adanya penataan agar terpelihara dengan baik, sehingga menghasilkan SDM yang handal bagi  masyarakat Kalteng, sarjana2 penggerak Pembangunan. Oleh karenanya dalam rangka penataan dan rehabilitasi Asrama tersebut harus terarah dan terukur. Selain itu, Pemprov Kalteng harusnya menempatkan Pengelola Asrama secara profesional agar bisa merajut hubungan komunikasi dengan berbagai pihak.”Tandasnya.

Politisi dari Partai Golongan Karya ini juga berharap, agar pihak pemerintah dan mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di Yogyakarta dapat berkomunikasi dengan baik. Pasalnya, hal ini mencegah terjadinya miss komunikasi, yang nantinya berdampak pada kondisi mahasiswa.

“Dalam rangka rencana merehab asrama dimaksud, hendaknya direncanakan dengan baik, karen didalamnya masih banyak penghuninya, disosialisakan lebih awal agar para Mahasiswa /Pelajar yg menempati Asrama tersebut bisa mengerti dan bersiap siap mencari tempat tinggal sementara, oleh karena itu perlu juga disampaikan berapa lama tahapan rehab itu selesai. jd kami kira perlu dikomunikasikan dengan baik-baik, kasian mahasiswa /pelajar yang pas pasan kondisi keuangan nya, karena penghuni asrama itu keadaannya berbeda beda.”Pungkasnya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.