Pelarian Pelaku Pencurian 8 TKP Berakhir

Tersangka curat ketika diintrogasi oleh Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar, Kamis (19/7).(Dayak Pos/Aga)

Palangka Raya, Dayak Pos

Polres Palangka Raya berhasil menciduk pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) mobil. Tersangka, PR alias Epep (23) warga asal Kabupaten Barito Utara, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di rumah tahanan (rutan) Mapolres. Ia dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian dan terancam lima tahun penjara.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar ketika gelar perkara, Kamis (19/7) kemarin menjelaskan, kejadian di Jalan G.Obos depan ATM Bank Pembangunan Kalteng (BPK), Senin (16/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Tersangka melihat mobil korban H Umar Haban (56) seorang PNS, warga Jalan Beliang induk.

“Tersangka berhenti dan turun dari motornya. Membuka pintu mobil kemudian mengambil tas yang ada di kursi penumpang sebelah kiri,” ucapnya.

Setelah berhasil menjalankan aksinya, tersangka kabur menuju arah Jalan Soekarno. Setelah menguras habis isi, tas dibuang ke pinggir jalan lalu pulang ke baraknya di Jalan Beliang IX.

“Ketika di rumah, korban menghubungi tersangka melalui ponsel yang tersangka curi, meminta agar ponsel segera dikembalikan dengan imbalan satu juta. Tersangka dan korban janjian bertemu di sekitar jalan Garuda. Padahal ini hanya pancingan saja. Pada saat itulah, tersangka ini disergap,” ungkapnya.

Bersama tersangka tambah Timbul juga diamankan barang bukti satu unit motor Suzuki Next nopol KH 2668 AT yang digunakan untuk beraksi, tas selempang milik korban, ponsel VIVO dan Coolpad, dua flashdisk, formulir bukti setoran BPK.

Selain melakukan aksi tersebut, Timbul membeberkan, tersangka juga pernah beraksi di tiga TKP besar dan terlibat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Singsingamangaraja dengan modus menggondol roda dua yang kuncinya masih tergantung di motor.

“Sekitar delapan TKP pencurian dilakukan tersangka namun belum dilaporkan oleh para korban.Kami kenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun kurungan. Menurut pengakuan tersangka, melakukan aksi itu seorang diri,” tutupnya.

Sementara PR mengaku peristiwa itu dilakukan spontan lantaran adanya kesempatan.

“Karena kebutuhan ekonomi pak. Hasil curian dijual dan hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya di depan penyidik dan kapolres. (ajb/002)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.