Berita Dayakpos 13/02/2018
Anggota DPRD kalteng Punding LH bangkan

Palangka Raya, Dayak Pos

Terkait kunjungan kerja (Kunker) Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke Desa Tanggirang dan Desa Dirung Karang kecamatan kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, dimana dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan PT. Tuah Global Mining (TGM), pihak masyarakat setempat meminta PT. TGM untuk bertanggung jawab untuk menggelar Ritual adat pemindahan Keramat.

Pasalnya, pada saat pembebasan lahan, pihak PT. TGM diduga telah memindahan Keramat tanpa izin, sehingga hal ini mengundang kemarahan masyarakat yang masih kental akan kepercayaan kepada leluhur suku Dayak.

“Kemarin pada saat kami kunker kesana, masyarkat menyampaikan keluhannya terkait pemindahan Keramat tanpa izin dan persetujuan dari masyarakat oleh PT. TGM, yang selama ini Keramat tersebut menjadi tempat masyarakat untuk menyampaikan hajat dan berdoa bagi mereka yang masih kental akan kepercayaan kepada leluhur suku Dayak. Seharusnya pihak perusahaan menghormati Adat Istiadat yang ada disana.”Ucap sekretaris Komisi B DPRD kalteng Punding LH bangkan, saat diwawancarai awak media, di kediamannya, jalan Patmaraga kota Palangka Raya, Sabtu (10/2) kemarin.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) kalteng V meliputi Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas ini juga mengatakan, Provinsi Kalteng tidak pernah membatasi siapapun untuk berinvestasi, hanya saja jangan sampai tidak menghormati Adat dan Istiadat suku Dayak yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.

“siapapun bisa berinvestasi di kalteng, itu sah-sah saja tetapi jangan sampai tidak menghormati Adat Istiadat dari masyarakat Adat suku Dayak, karena yang namanya di pedesaan, itu masih kental dengan adat dan budaya, termasuk kepercayaan kepada leluhur mulai dari ratusan tahun yang lalu. Kalau misalkan tidak menghormati, jangan salahkan masyarakat bila masyarakat marah.”Tegasnya.

Selain itu, sambung Politisi dari Partai Demokrat ini, masyarakat meminta kepada PT. TGM agar sesegera mungkin melaksanakan Ritual adat untuk memindahkan Keramat itu kembali.

“masyarakat jelas tidak menerima pemindahan keramat itu tanpa izin, dan masyarakat meminta kepada PT. TGM untuk segera menggelar Ritual Adat untuk memindahkannya. Jangan sampai keramat itu tidak berfungsi, karena ini menyangkut kepercayaan bagi masyarakat Adat, dan kelihatannya pihak Perusahaan sadar akan hal itu.”Pungkasnya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.