Masyarakat Gunung Mas Berharap Pemerataan Aliran Listrik Kepelosok Desa

Abdul Razak

Palangka Raya, Dayak Pos

Setelah menjalani Kunjungan Kerja (Kunker) kedalam daerah, guna melaksanakan tugas dan fungsi Legislatif  beberapa waktu lalu, para Legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kini telah kembali dengan mengantongi sejumlah aspirasi dan permasalahan yang disampaikan langsung oleh masyarakat.

Salah satu satu aspirasi yang disampaikan masyarakat dari beberapa wilayah Kabupaten, seperti Kabupaten Gunung Mas yaitu usulan pengaliran listrik ke sejumlah desa, yang diketahui selama ini pengaliran kistrik belum merata. Oleh karena itu masyarakat mengharapkan kepada pihak Pemerintah, untuk membantu mengaliri listrik ke hingga kepelosok desa.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Razak mengaku prihatin masih ada daerah di provinsi ini yang belum menikmati aliran listrik, khususnya di pelosok. Dengan kekayaan sumber daya alam yang ada di provinsi ini, seperti batu bara, masih ada daerah yang tidak teraliri listrik tentu terkesan tidak masuk akal.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten/kota untuk memenuhi ketersediaan listrik di daerahnya.  Semua aspek sudah barang tentu diperhatikan, seperti infrastruktur jalan yang menjadi salah satu sarana pendukung teralirinya listrik hingga ke pelosok daerah.

“Sudah 70 tahun lebih kita merdeka, kalau masih ada daerah yang tidak merasakan listrik tentu sangat kita sayangkan. Persoalan ini menjadi perhatian, provinsi termasuk pemerintah di kabupaten dan kota,” Ucapnya, Saat diwawancarai sejumlah awak media, di gedung Dewan, Jalan S.Parman Kota Palangka Raya, kemarin.

Ia mengakui cukup banyak kendala yang dihadapi dalam pemenuhan energi listrik ke setiap rumah tangga. Disamping harus menyiapkan sumber energi listrik yang mampu memenuhi kebutuhan, pemerintah juga harus berfikir bagaimana agar bisa terjangkau dan dirasakan oleh semua masyarakat.

“Kalau kesulitan sudah pasti ada, tapi kita harapkan pemerintah provinsi dan kabupaten bisa berkoordinasi. Harus ada upaya agar kesulitan yang dihadapi itu tidak menjadi beban pemerintah,”Ungkapnya.

Pemerintah kabupaten tentunya di tahun 2018 ini sudah memiliki program prioritas yang tidak jauh berbeda dengan prioritas provinsi. Sebut saja pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan pembangunan ekonomi dalam artian luas. Namun bagi Politisi Golkar ini, pemenuhan listrik tidak kalah penting dibandingkan prioritas lainnnya.

Sebab, katanya, minimnya ketersedian listrik sangat vital. Aktivitas pendidikan bisa saja terganggu, pelayanan kesehatan bisa saja kurang optimal apabila di satu daerah masih tidak merasakan listrik.

“Ya, semua bisa berimbas kalau listrik ini tidak terpenuhi. Jadi nanti kita harapkan ada koordinasi antara kabupaten dan provinsi. Kalau ada kesulitan, bisa disampaikan langsung,” pungkasnya. (006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.