Berita Dayakpos 16/04/2018

Palangka Raya, Dayak Pos

Sejumlah Legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) soroti kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Pasalnya, hingga akhir triwulan pertama, serapan anggaran dinilai masih sangat rendah dan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Dimana pada triwulan pertama, serapan anggaran minimal ditargetkan mencapai angka 20 persen.

Namun pada kenyataannya, hingga 31 Maret 2018 kemarin, serapan anggaran Pemprov Kalteng baru mencapai angka 9,37 persen. Hal inilah yang menjadi sorotan khususnya oleh pihak DPRD Kalteng

Menurut Legislator Komisi A DPRD Kalteng, yang membidangi pemerintahan, hukum dan keuangan P Lantas Sinaga, rendahnya serapan anggaran ini, akan menjadi perhatian dari Komisi D DPRD Kalteng untuk mengusut, apa yang menyebabkan realisasi anggaran berjalan sangat lambat.

“Beberapa tahun lalu, penyerapan anggaran Pemprov Kalteng selalu masuk dalam 10 besar terbaik nasional. Namun, sekarang ini, jauh dari harapan, sehingga pihaknya akan mengevaluasi masalah tersebut di DPRD Kalteng, serta sudah menjadi tugas kitandi DPRD Kakteng untuk menjalankan pengawasan akan memperhatikan betul masalah ini. Mengapa serapan anggaran kita sekarang sangat rendah, bagaimana kinerja pemerintah kita sekarang,”Ucapnya saat dibincangi sejumlah awak media, dibGedung Dewan, jalan S.Parman Kota Palangka Raya, kemarin.

Legislator dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini juga menjelaskan, serapan anggaran ini terkait erat terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Sehingga dengan lambatnya serapan anggaran, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lambat.

“Realisasi anggaran inikan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi kita, dan dengan lambatnya serapan anggaran, pertumbuhan ekonomi secara otomatis juga akan melambat.”Ungkap Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng 1 meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini.

Untuk diketahui, hingga 21 Maret 2018 atau akhir triwulan A 2018, realisasi keuangan dilingkungan Pemprov Kalteng, baik belanja tidak langsung (BTL) maupun belanja langsung (BL) baru mencapai 9,37 persen. Sementara realisasi fisik baru mencapai 13,57 persen dari target 20 persen.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.