Berita Dayakpos 13/03/2018
Hj. Yustina

Palangka Raya, Dayak Pos

Dimasa kesetaraan Gender antara laki-laki dan perempuan saat ini, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam berbagai hal termasuk dalam berkarier maupun bekerja. Oleh karena itu, Srikandi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Hj. Yustina mendorong bahwa kaum Hawa agar tidak takut masuk dunia politik atau berkarier dibidang apa saja.

“Sekarang hak dan kewajiban antara kaum laki-laki dan perempuan sudah sama. Ayo kaum perempuan jangan takut berpolitik, jangan takut masuk dunia politik, sebab bagaimanapun kiprah kaum perempuan juga sangat menentukan dalam rangka turut membangun Kalimantan Tengah,”Ucapnya saat diwawancarai awak media, di gedung dewan jalan S.Parman Kota Palangka Raya, senin (12/3) kemarin.

Wakil rakyat asal pemilihan Kalteng III, Kabupaten Kobar, Lamandau dan Sukamara ini mengatakan suara perempuan saat ini juga sangat dibutuhkan dalam membangun daerah, sebab antara laki-laki sudah ada kesetaraan gender dimanan perempuan dan laki-laki ada mitra dan hidup sejajar.

“Ayo bersama berkipra mengisi pembangun di Kalteng. Jangan takut, perempuan juga memiliki kemampuan. Yang penting jangan merasa lebih rendah dari laki-laki. Ketika punya kemapuan, maka gunakan kemampuan itu sebaik mungkin untuk turut membangun daerah, berbuat untuk masyarakat Kalteng,”Tandasnya.

Dirinya juga memaparkan, sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kalteng saat ini sudah banyak, cuma kadang kala tidak ada kesempatan ataupun tidak diberikan kesempatan oleh partai atau juga oleh suami, dan kalaupun diberi kesempatan, kadang kaum perempuan sediri yang merasa tidak mampu dan tidak percaya diri.

“Sekali lagi, bila ada kesempatan dan merasa mampu maka gunakan eksempatan itu dengan sebaik mungkin, karena kesempatan belum tentu dapat datang dua kali,”katanya.

Menurutnya, saat ini mungkin ada juga kaum perempuan yang takut masuk dunia politik, karena takut nantinya ketika suskes melakukan korupsi.

“Sebenarnya orang melakukan korupsi itu semua berpulang kepada diri masing-masing. Kalau tujuannya tujuan bekerja iklas dan mensyukuri rejezi/hak yang sudah ditentukan, pasti tidak akan korupsi. Seperti saya tujuan masuk legislatif karena ingin bekerja membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat. Saya selalu mensyukuri apa yang menjadi hak dan kewajiban. Sehingga tetap merasa nyaman dan enjoy dalam bekerja. Ini komitmen saya dan suami saya dari dulu hingga sekarang. Berbuat selagi bisa dan mampu untuk kesejahteraan masyarakat dimana kami berada,”pungkasnya.(006)

 

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.