Legislator : PBS Wajib Jalin Kemitraan Dengan Masyarakat

HM Asera

Palangka Raya, Dayak Pos

Masih minimnya Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang melakukan kemitraan maupun plasma terus mendapat perhatian serius kalangan wakil rakyat DPRD Kalteng.

Wakil Ketua Komisi B bidang pertambangan dan perkebunan DPRD Kalteng, HM Asera mengharapkan agar pemerintah mendesak PBS menjalin kemitraan maupun plasma dengan masyarakat.

“Dari informasi yang kita terima sementara ini bahwa ada 329 unit BPS di Kalteng dan yang sudah beroperasi 182 unit. Dan dari 182 itu hanya beberapa saja yang sudah melakukan kemitraan. Kita berharap pemerintah daerah mendesak semua PBS untuk menjalin kemitraan ataupun plasma kepada masyarakat,”Ucap H.M Asera, saat dibincangi media ini, di gedung Dewan, jalan S.Parman, kota Palangka Raya, Senin (9/7) kemarin

Politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalteng ini juga mengatakan,  ketegasan terhadap Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang dianggap tidak mengikuti aturan sangat penting untuk dapat mendongkrak pendapat asli daerah (PAD) dari sektor perkebunan maupun pertambangan.

“Kita kembali mengingatkan bahwa bagi invertor yang mau berivestasi di Kalteng harus memantuhi rambu-rambu yang sudah. Investor jangan hanya sekedar mengeruk keuntungan pribadi, namun wajib berkontribusi baik bagi daerah atau warga disekitar operasional melalui corporative social responsibility (CSR) dan lainnya,”Ujarnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalteng V, Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini menegaskan di sektor perkebunan sawit, pengusaha yang berinvestasi di bidang itu, wajib melaksanakan program plasma dengan besaran 20 persen dan pemberdayaan masyarakat setempat, dengan turut dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan sarana penting lainnya.

Ia juga mengimbau jajaran SOPD bisa proaktif dalam melakukan pengecekan, sebab ketika ada perusahaan yang bandel dan tidak mematuhi instruksi daerah maka harus segera dievaluasi.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.