Berita Dayakpos 12/03/2018

Palangka Raya, Dayak Pos

Legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Borak Milton meminta kepada Pemerintah khususnya Dinas/Instansi terkait, agar meningkatkan pengadaan bibit untuk para petani. Pasalnya, salah satu kendala pengembangan pertanian, khususnya di wilayah Kalteng dikarenakan harga bibit yang tergolong tinggi, padahal, potensi pengembangan pertanian di Bumi Tambun Bungai ini sangat menjanjikan.

“Kalau apa yang saya lihat secara langsung dilapangan, Provinsi Kalimantan Tengah ini mempunyai lahan yang cukup luas untuk pengembangan potensi dibidang pertanian. Namun, sayangnya, pengembangan pertanian ini, masih terkendala berbagai faktor, salah satunya adalah masalah bibit. Dan ini terbukti pada saat DPRD melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) kedalam daerah, khususnya daerah yang berbasis pertanian  masyarakat selalu mengusulkan adanya pengadaan bibit.”Ucapnya saat dibincangi awak media, di gedung Dewan, kemarin

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ini juga menjelaskan,, Provinsi Kalteng merupakan wilayah strategis untuk mengembangkan sektor pertanian. Namun ada beberapa kendala yang akhirnya membuat perkembangan sektor pertanian terhambat, salah satunya yaitu faktor harga bibit yang dianggap cukup mahal.

“Di Kalteng itu kalau masalah pertanian, bisa dijabarkan dalam arti luas. Misalnya padi, walaupun sebenarnya wilayah kalteng merupakan wilayah strategis untuk pertanian, tidak semua wilayah kabupaten yang cocok, misalnya padi sawah, yang cocok kan di daerah seputaran Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, sedangkan untuk Kabupaten Gunung Mas kemudian Barito, itu tidak cocok dengan sistem sawah, dan lebih cocok berladang atau yag biasa disebut padi gunung,” Tandasnya

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah IV, meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur dan Barito Selatan ini mengatakan, untuk pengembangan bawang merah sebenarnya sudah bisa dikembangkan oleh sektor pertanian dan perkebunan, namun belum mampu menunjang sektor ekonomi. Pasalnya, harga bibit bawang dianggap masih terlalu tinggi sehingga belum bisa mendatangkan keuntungan.

“Saya kemarin sudah bicara dengan dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan, untuk bawang sendiri sudah bisa dikembangkan, tetapi yang jadi masalah adalah harga bibitnya masih sangat mahal, sehingga belum bisa mendatangkan keuntungan, kalau soal tumbuh jelas bisa,” Tandasnya.

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga membeberkan, untuk bibit sendiri tidak bisa dimurahkan oleh produsen, karena ada perlakuan dan lembaga khusus untuk mengembangkannya.

“Kalau bibit kan sudah jelas tidak bisa dimurahkan, karena bibit itu harus ada perlakuan khusus agar bisa tumbuh, dan sudah ada lembaga yang menangani itu.  Oleh karenanya, kita minta dinas terkait untuk mempelajari dimana wilayah yang cocok untuk dijadikan sektor tanam tumbuh bawang, dan secara ekonomi kita dukung hal itu,” pungkasnya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.