Berita Dayakpos 09/02/2018
Komisi D DPRD Kalteng Jimin

Palangka Raya, Dayak Pos

Sejumlah Legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengharapkan kepada pemerintah untuk mempermudah proses pembuatan legalitas atau sertifikat lahan masyarakat. Pasalnya selama ini, masyarakat masih banyak mengeluhkan betapa sulitnya mengurus legalitas lahan miliknya.

Menurut Sekretaris Komisi D DPRD Kalteng Jimin, sebenarnya masyarakat Kalteng, mempunyai modal yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraannya. Karena rata-rata masyarakat Kalteng sendiri mempunyai lahan yang sangat potensial.

Namun, sayangnya hal itu belum mampu dimanfaatkan secara maksimal, karena terkendala berbagai aturan yang mempersempit gerak masyarakat, dengan berbagai dalil dan aturan.

“Kita mengharapkan agar proses legalitas tanah untuk masyarakat kita bisa dipermudah,”Ucap Jimin saat dibincangi sejumlah awak media, di Gedung Dewan, jalan S Parman Kota Palangka Raya, Kamis (8/2) kemarin

Legislator dari Partai Demokrat ini juga memaparkan, Selama ini, sering kali kepemilikan lahan masyarakat sering tidak bisa dilegalkan oleh pemerintah karena berbagai alasan. Sementara hal itu berbanding terbalik jika kepada perusahaan besar swasta (PBS). Hal inilah yang diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kedepannya.

“Kalau kepemilikan lahan masyarakat sering tak bisa dilegalkan dengan alasan tidak sesuai peruntukannya dalam rencana tata ruang wilayah Provinsi (RTRWP), namun tidak jarang lahan masyarakat diserobot oleh PBS Sawit yang ternyata bisa saja dilegalkan, ini suatu pekerjaan rumah yang menarik kedepannya,” tegasnya.

Sebenarnya, sambung Jimin,  apabila pemerintah mau berfikir tentang bagaimana agar masyarakat punya sumber penghasilan maka berarti pemerintah perlu menentukan lapangan usaha apa yang bisa masyarakat lakukan sesuai dengan penguasaan teknologi yang dimilikinya.

Baik dalam upaya menghasilkan barang ekonomi maupun jasa yang dibutuhkan pihak ketiga.

“Dalam hal menghasilkan ekonomi, sebenarnya sebagian masyarakat sudah lama memiliki lahan berisi tanama keras yang dimiliki secara turun temurun yang dapat dijadikan sebagai salah satu faktor produksi, selain tenaga kerja dan modal dalam usaha professional,”Pungakasnya (006)

 

 

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.