Legislator : Insiden Pembakaran Motor Di Depan Gedung PDIP Tidak Perlu Dibesar-Besarkan

Palangka Raya, Dayak Pos

Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohanes Freddy Ering menilai, insiden pembakaran sepeda motor di depan gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kalteng, tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya insiden pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh seorang pemuda yang mengidap gangguan jiwa.

“Saya rasa, hal ini merupakan hal yang tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi disangkut pautkan dengan politik. Karena seperti yang kita tahu, bahwa pelaku pembakar motor sendiri, sepertinya mengidap gangguan kejiwaan.”Ucap Freddy, saat dibincangi sejumlah awak media, di gedung Dewan, jalan S.Parman, kota Palangka Raya, Kamis (13/9) kemarin.

Freddy yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP ini menerangkan, hingga saat ini Insiden pembakaran Motor di depan kantor DPD PDIP tersebut telah ditangani oleh aparat penegak hukum yaitu Kepolisian Resort (Polres) Palangka Raya.

“Intinya kita serahkan saja kasus pembakaran sepeda motor ini kepada pihak Kepolisian, khususnya Polres Palangka Raya, dan kita juga berterima kasih atas responsif dan kesigapan dari pihak Kepolsian untuk menanganinya.”Ungkap Freddy

Sementara itu berdasarkan keterangan Santo R.Kalaga selaku saksi, sebelum insiden pembakaran motor yang diketahu jenis Yamaha MX King 2016, dengan nomor polisi KH 2664 EO, nomor rangka MH3U607106K126618 dan nomor mesin G3E0153315,  saksi saat itu sedang patroli keliling kantor DPD PDI-P Kalteng pada pukul 06.45 WIB,  usai berkeliling kantor saksi masuk ke dalam gedung kantor untuk membersihkan ruangan dan memasukkan koran ke dalam ruangan-ruangan. Kemudian tepat pada pukul 07.00 Wib saat berada di dalam gedung , saksi melihat kepulan asap tebal di luar gedung, saksi pun langsung mendatangi asal asap,  saat diluar saksi  melihat 1 (satu)  unit Sepeda Motor telah terbakar di dekat tiang bendera.

“Saya saat itu baru berkeliling kantor PDIP, kemudian saya masuk kedalam gedung untuk mengantar koran ke setiap ruangan dan tepat pada pukul 07:00 WIB, saya terkejut dan heran melihat ada kepulan asap dari halaman kantor, saya pun keluar dan melihat sudah ada 1 unit motor yang terbakar.”Ucap Santo saat memberikan keterangan.

Santo juga mengungkapkan, Saat terjadinya insiden terbakarnya motor di  Tempat Kejadian Perkara (TKP), Santo melihat seorang laki-laki yang tidak dikenal berada di TKP sembari tertawa-tawa,  saksi pun mengintrogasi laki-laki yang tak dikenal tersebut dengan sejunlah pertanyaan, namun pada saat menjawab pertanyaan saksi, laki-laki tersebut menjawab dengan tidak rasional.

“Karena bingung siapa laki-laki yang berada di TKP tersebut, saya pun langsung bertanya, motor siapa itu? Kemudian laki-laki tak dikenal tersebut menjawab, itu motor saya, harganya 40 juta.  Kemudian saya kembali bertanya, Siapa yang menyuruh membakar? dijawab orang tersebut disuruh pak Willy.”Ungkapnya.

Kemudian saksi memadamkan api dengan alat seadanya,  sedangkan laki-laki yang tak dikenal tersebut tetap duduk di bagian teras kantor PDIP. Selang beberapa lama, Anggota Lalu lintas dan Sat Sabhara datang untuk  mengamankan laki-laki tak dikenal tersebut untuk dibawa ke Polres Palangka Raya dan dimintai keterangan lebih lanjut.

Untuk diketahui, identitas laki-laki yang merupakan pemilik motor yang dibakar  tersebut bernama Aji Noperta (27), beragama Islam, pekerjaan  Wiraswasta dan tinggal di Jalan Samudin Aman V No. 66, Kelurahan Menteng, kota Palangka Raya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh media ini, pelaku yang diduga mengalami depresi dan membakar sepeda motor miliknya sendiri, meupakan pendatang yang berasal dari Jl.  Aji Nihin Nomor 03, RT. 04, Desa Lemo I,  Kecamatan Teweh Tengah,  Kabupaten Barito Utara.(Nvd)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.