Berita Dayakpos 12/02/2018
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H.M. Asera

Palangka Raya, Dayak Pos

Legislator Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H.M. Asera menghimbau kepada seluruh pengusaha lokal yang ada di wilayah Provinsi kalteng untuk waspada terhadap investasi asing yang bersifat bodong atau penipuan. Pasalnya, kini tengah marak beradar isu adanya investor asing yang berpura-pura ingin berinvestasi dalam bentuk kerjasama, tetapi pada akhirnya hanya merugikan para pengusaha lokal.

“Saya hanya mengingatkan kepada seluruh masyarkat di Kalteng untuk selalu waspada, terutama bagi para pengusaha lokal yang bergerak di bidang Pertambangan dan Perkebunan, jangan asal  terima bila ada investor asing yang mengajak untuk kerjasama, karena sekarang ini sedang marak Investor asing yang berpura-pura ingin mnejalin kerjasama, tetapi ujung-ujungnya malah merugikan masyarakat.”Ucapnya saat diwawancarai awak media, di kediamannya jalan G.Obos kota Palangka Raya, Sabtu (10/2) kemarin.

Politisi dari Fraksi gabungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan, di Provinsi Kalteng cukup banyak Perusahaan asing yang berinvestasi, namun hanya sedikit perusahaan yang benar-benar menjalankan peraturan yang ditetapkan oleh undang-undang. Salah satunya yaitu Corporate Social Responcibility (CSR).

“Jangankan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang baru berdiri, yang telah lama berdiri pun banyak yang masing belum melaksanakan ketentuan dan peraturan perundang-undangan, salah satunya seperti CSR. Apalagi kalau niatnya belum apa-apa sudah mau menipu masyarakat atau pengusaha. Hal ini tidak bisa ditoleransi karena kasihan masyarakat .”Tegas Asera yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD kalteng ini.

Selain itu, sambungnya, masyarakat secara khusus pengusaha lokal harus memastikan latar belakang, serta kinerja dari investor asing yang ingin menjalin kerjasama. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan si Investor sendiri memiliki catatan khusus dinegara asalnya maupun dari pekerjaan sebelumnya. Hal ini berfungsi untuk meminimalisir terjadinya kerugian dari pengusaha lokal.

“kita tidak ingin masyarakat kita dirugikan, oleh karen aitu pihak masyarkat pun harus meng cross check latar belakang si investor asing, bagaimana pekerjaan sebelumnya, hingga catatan-catatan lainnya. Karena tidak tidak menutup kemungkinan si Investor asing sendiri memiliki catatan khusus dari negara asalnya, sehingga harus meninggalkan negaranya, kemudian melakukan penipuan dalam bentuk investasi dinegara lain.”Pungkasnya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.