Berita Dayakpos 09/08/2018
Legislator DPRD Kalteng, Ergan Tunjung, pada saat menghadiri undangan Pesparawi ke XII di Provinsi Kalimantan Barat.(Dayak Pos/Novan)

Palangka Raya, Dayak Pos

DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng) mengapresiasi atas prestasi yang ditorehkan oleh Kontingen Provinsi Kalteng, pada saat mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XII, tingkat Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juli hingga 3 agustus 2018, di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Menurut Legislator Komisi B DPRD Provinsi Kalteng, Ergan Tunjung, pada saat menghadiri undangan Pesparawi ke – 12, kegiatan tersebut diikuti oleh 34 Provinsi di Indonesia dan jumlah kontingen terbesar berasal dari Provinsi Papua Barat dengan jumlah 348 orang dan kontingen paling sedikit berasal dari Provinsi Aceh dengan jumlah 44 orang.

Sedangkan dari tuan rumah, yaitu Provinsi Kalbar berjumlah 281 orang, sama dengan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berjumlah 281. Sedangkan untuk Provinsi Kalteng mengirimkan Kontingen dengan jumlah 238 orang.

“Tentunya kita salut dan bangga dengan Kontingen Provinsi Kalteng yang mengikuti Pesparawi ke -12 di Provinsi Kalbar, karena dengan  segala keterbatasan anggaran, kontingen kalteng bisa memperoleh hasil yang sangat maksimal dari 12 Kategori yang dilombakan.”Ucap Ergan, saat dibincangi sejumlah awak media, di gedung Dewan, jalan S.Parman, Kota Palangka Raya, Rabu (8/8) Kemarin.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunumg Mas, dan Kota Palangka Raya ini juga menjelaskan, ini untuk memperoleh prestasi tersebut memang tidak gampang, makanya dia sangat mengapresiasi pimpinan rombongan dan seluruh kontingen yang telah mengharumkan Bumi Tambun Bungai pada Pesparawi tingkat nasional itu.

“Kita tahu itu pasti tidak gampang, tidak mudah untuk memperoleh itu, dan kita sangat salut dengan pimpinan rombongan terutama dengan peserta dari kontingen Kalteng dengan keberadaan yang minim dan sederhana begitu bisa memperoleh hasil yang maksimal,” tambah legislator dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini.

Politisi dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini juga mengatakan, Prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh kontingen yang berlomba dengan segala keadaan dan keberadaan yang ada.

“Ini semua karena kerja keras dari teman-teman kemarin yang berlomba dengan segala keadaan dan keberadaan yang ada di Kalimntan Barat kemarin. Emas dalam kategori umum, sehingga walaupun mendapat jumlah yang begitu banyak tapi Kalteng tidak juara umum karena ada kriteria lain lagi. Karena ada beberapa dari daerah lain lagi yang mendapat champion lebih banyak, karena penilaiannya begitu. Intinya kita sangat salut lah meski dengan keberadaan begitu,”Pungkasnya.

Untuk diketahui, Pesparawi merupakan salah satu agenda nasional Kementerian Agama RI yang dilaksanakan secara berjenjang di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota dan kecamatan. Pesparawi merupakan salah satu bentuk kegiatan kero-hanian yang sekaligus sebagai upaya untuk memperhatikan, menghargai dan mendorong serta mengembangkan seni budaya khususnya di bidang vokal dan musik yang bernafaskan keagamaan Kristen.

Sebagai agenda nasional, maka kegiatan ini melibatkan secara aktif pihak pemerintah dan berbagai elemen masyarakat yang menjadi satu kesatuan dalam penyelenggaraan Pesparawi baik dalam bidang manajemen maupun sumber daya.

Pesparawi diharapkan memberikan dampak untuk meningkatkan partisipasi umat Kristen dalam pembangunan nasional khususnya di bidang mental spiritual dalam upaya mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pesparawi Nasional dilaksanakan pertama kali di Jakarta pada tahun 1983 (kala itu masih bernama Pesparani atau Pesta Paduan Suara Gerejani) dan seterusnya dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia secara bergiliran dengan keunikan masing-masing.

Format perlombaan dan sistem penjurian mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu sesuai perkembangan dan sejak Pesparawi Nasional X tahun 2012 di Kendari, propinsi Sulawesi Tenggara diterapkan sistem Musica Mundi yaitu penentuan nilai tertentu atas penampilan peserta untuk memperoleh medali emas, perak dan perunggu.

Panitia pelaksana diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Agama RI atas usul Gubernur melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) dan/atau Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI dengan tugas utama mempersiapkan dan melaksanakan Pesparawi Tingkat Nasional dengan baik, aman, sukses dan tertib.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.