Legislator : 2018 Lapangan Pekerjaan Baru Akan Dibuka Besar-Besaran

 

H.M. Asera

Dayak Pos, Palangka Raya

Legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H.M. Asera memberitahukan, bahwa pada tahun 2018 ini, lapangan Pekerjaan baru akan kembali terbuka secara besar-besaran untuk masyarakat Kalteng.

Asera membeberkan, target pembangunan pabrik gula dan  rumah sakit terbesar di Asia, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan direalisasikan secepat mungkin, sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di Provinsi Kalteng

“Sudah pasti akan dicari ribuan orang  untuk menjadi karyawan dari 3 lapangan pekerjaan yang akan segera dibuka pada tahun 2018 ini. Seperti pembangunan rumah sakit terbesar di Asia yang ditargetkan memiliki 600 kamar dengan fasilitas medik yang luar biasa.”Ucapnya saat dibincangi sejumlah awak media di kediamannya, jalan G. Obos kota Palangka Raya, Selasa (9/1) sore kemarin.

Politisi dari fraksi gabungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan, selain fasilitas medik yang mutakhir, tenaga medis atau Dokter spesialis untuk rumah sakit terbesar di Asia tersebut, juga akan direkrut melalui kerjasama dengan beberapa negara diantaranya yaitu Belanda, Rusia, Jerman dan Arab, serta tenaga medis lokal baik dari Indonesia khususnya Provinsi Kalteng.

“Untuk Dokter Spesialis dan tenaga Medis, kita akan rekrut melalui kerjasama antar beberapa negara selain kita juga merekrut tenaga medik lokal dari Indonesia khususnya yang ada di Provinsi kalteng.”Tandasnya.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng ini juga memaparkan, anggaran pembangunan rumah sakit terbesar di Asia ini tergolong sangat besar, yaitu berkisar 700 Milyar Rupiah untuk pembangunan gedung saja. Belum termasuk fasilitas medik yang  mutakhir dan tenaga medis yang memadai.

“Kita telah memiliki perjanjian, bahwa  anggaran yang dikucurkan oleh investor asing sekitar 80 persen yaitu kurang lebih 700 Milyar. Itu baru untuk pembangunan gedung sebanyak 600 kamar saja, belum termasuk alat-alat medik serta tenaga-tenaga medik,  dan sisanya yang 20 persen ditanggung oleh indonesia. Bahkan, nantinya dibelakang gedung akan dibangun Heliport, untuk pendaratan Helikopter, dimana helikopter tersebut akan difungsikan sebagai ‘Ambulance Terbang’ untuk menjangkau wilayah-wilayah sulit.”Pungkasnya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.