Lanjutan Sidang Kasus Jamu Tradisional Surat Ijin Telah Di Tanda Tangani Camat

Sidang lanjutan kasus jamu tradisional dengan menghadirkan empat terdakwa di PN Pangkalan Bun, Rabu (7/3)/ (Dayak Pos/Yus)

Pangkalan Bun. Dayak Pos

Sidang ke-4 kasus jamu tradisional dengan empat terdakwa yakni Warioboro (53) Sutrisno, Kunarto dan Abdul Salam dengan menghadirikan Ritawati, saksi dari Kasi Pelayanan Umum Kantor Kecamatan Pangkalan Banteng.

Di hadapan majelis  Hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua A. A. Gede Agung Parnata dan Hakim Anggota Iqbal Albanna Juga Mantiko Sumanda Moechtar saksi membenarakan jika Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK)  atas nama Parsini dikeluarkan oleh Kantor Kecamatan serta ditandatamgani oleh Camat.

Surat tersebut benar dikeluarkan dan ditandatangani oleh Camat. Pengajuannya melalui tanda tangan saya,” ucap Ritawati saat memberikan kesaksian di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Rabu (7/3).

Lebih rinci ia menjelaskan juga kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nofan Prayuda, bahwa setelah izin itu diberikan belum memberikan arahan atau pun pembinaan.

Biasanya memang dari pelaku usaha itu sendiri yang meminta kami memberikan bimbingan,” ujarnya kepada Hakim Ketua.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser)  A Rozikin Z usai mendampingi sahabatmya Warioboro,  ia mengatakan jika keterangan saksi itu lemah.

“Pelaku UMKM sudah minta surat izin itu sudah luar biasa. Tapi karena mereka tidak tahu dan tidak ada bimbingan, ya mereka hanya disalahkan saja,” terang Rozikin usai mengikuti sidang, di halaman Kantor PN Pangkalan Bun.

Ia juga menjelaskan jika kehadiran anggota Banser itu hanya sebatas mendampingi dan mengawal agar jaksa maupun majlis hakim bisa memutus perkara tersebut dengan mempertimbangkan unsur kemanusian. Apalagi, lanjutnya, Warioboro adalah anggota Banser, masyarakat kecil yang ingin tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Pendampingan Banser, kata Rozikin akan selalu dilakukan karena sebagai wujud kesetiakawanan serta solidaritas sesama anggota. (Yus)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.