Berita Dayakpos 16/04/2018
Plt Sekda Kalteng, fahrizal Fitri (duduk kedua dari kiri) foto bersama sejumlah tamu undangan dan narasumber kegiatan Focus Group Discussion pelatihan e-penyiaran /SIMP3 dan e-Licensing, sosialisasi peluang usaha radio serta open access penyelenggaraan TV berlangganan, Jumat (13/4) di Luwansa Hotel.(Dayak Pos/Asep)

Palangka Raya, Dayak Pos

Bertempat di Ball Room Hotel Luwansa  Palangka Raya Jumat, (13/4) dilaksanakan  acara Focus Groups Discussion (FGD) terkait Permenkominfo No 4 Tahun 2015 tentang perizinan online, Permenkominfo info No 18 Tahun 2016 tentang persyaratan dan tata cara perizinan, pelatihan e-penyiaran/SIMP 3 dan e-Licensing secara online, sosialisasi peluang usaha radio serta open accsess penyelenggara TV kabel tentang penggunaan tiang tumpu.

Kegiatan tersebut dihadiri  Ketua Komisi Penyiaran Pusat yang diwakili Komisioner Bidang Struktur Perijinan, Perwakilan Kementerian Komunikasi Republik Indonesia, Gubernur Kalimantan Tengah dalam hal ini di wakili Plt. Sekda Provinsi Fahrizal Fitri, Ketua Komisi Penyiaran Kalimantan Tengah,  Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Satistik, Perwakilan dari DAD Kalteng, Manager area PLN Kalteng, dan seluruh lembaga Penyiaran Telivisi dan Radio se-Kalimantan Tengah yang turut hadir dalam acara tersebut.

Menurut Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah  Kalimantan Tengah (KPID)  H. Suhardi ini adalah kegiatan yang pertama diadakan di Kalimantan Tengah yang mengudang banyak peserta.

Menurutnya, KPID di Kalteng sendiri beranggotakan tujuh orang yang mana dalam tugas dan fungsinya terbagi menjadi tiga bidang pertama bidang struktur penyiaran, kedua pengawasan isi penyiaran, ketiga bidang  kelembagaan, di Kalimantan Tengah sendiri lembaga Penyiaran yang berijin tetap  sampai saat ini berjumlah 49 lembaga Penyiaran yang terdiri dari 13 TV Analog, 19 TV Kabel dan 17 Radio.

“Sehubungan dengan dibukanya peluang usaha di Tahun 2018 Kemungkinan akan bertambah,” pungkasnya.

Sementara  itu menurut Komisioner KPI Pusat Agung Suprio Seiring perkembangan global dan bisnis dunia digital, lembaga penyiaran swasta (LPS) seperti radio dan televisi (TV) diimbau agar terus perbaiki konten yang telah ada.

Karena ke depan Persaingain bisnis penyiaran  inovasi. LPS yang makin bagus jualan konten dan dalam berinovasi yang akan memenangi persaingan dan dipercaya publik.

“Sekarang era baru dalam dunia digital termasuk penyiaran. Perbaikan ‘jualan konten’ adalah tidak bisa ditawar lagi. Dulu dikenal istilah jual beli frekuensi santer terdengar. Tetapi seiring waktu, buat apa begitu katanya, orang tanpa radio bisa nikmati lagu, nikmati berita, dan sebagainya seiring perkembangan technologi sekarang,”ujarnya.

Dalam sambutannya Plt. Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, Kalteng adalah Provinsi yang luas tidak memiliki gunung,  bukit yang tinggi sehingga cocok untuk pengembangan frekuensi radio termasuk pengembangan jaringan internet servisprovider.

Namun tidak terlalu berkembang karena terhambatnya masalah perijinan, dengan adanya acara sosialisasi peluang usaha serta open acceses penyelanggara kedepan bisa lebih baik, katanya.

Ditambahkan Fahrizal Fitri diharapkan Komisi Penyiaran semakin banyak informasi kepada Masyarakat dan informasi yang disampaikan adalah sesuatu yang membangun/positif, dan dengan adanya Icon Plus yang menyiapkan ifrastruktur didalam era digital ini, sehingga berita lokal kita tidak hanya didengar oleh orang lokal tetapi sampai kemana saja.(YM/002)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.