Ikut Nahkoda Perindo, Zain Alkim Akan di PAW

Anggoro Dian Purnomo

Palangka Raya, Dayak Pos

Setelah beberapa anggota DPRD Provinsi kalimantan Tengah (Kalteng)menjalani proses penganti antar waktu (PAW), kini proses tersebut akan kembali dilayangkan kepada salah satu Legislator DPRD Kalteng dari Komisi A, yaitu H Zain Alkim.  Hal ini dikarenakan, politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalteng tersebut pindah Partai atau maju sebagai calon anggota Legislatif dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalteng, Anggoro Dian Purnomo mengungkapkan bahwa Zain Alkim telah secara resmi mengundurkan diri dari Partai Gerindra, sesuai dan proses PAW Zain Alkim, kini sudah berada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Pak Zain sudah mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Sesuai ketentuan sebagai penganti adalah urutan terbesar kedua perolehan suara, yakni H. Rumsyah Bagan. Prosesnya sudah masuk ke Kemendagri sesuai aturan 14 hari kerja. Apakah sudah keluar dari sana hal ini masih kita telusuri,”ucap Anggoro, saat dibincangi sejumlah awak media, di Gedung Dewan, jalan S.Parman Kota Palangka Raya. Rabu (3/10) kemarin.

Legislator Komisi B yang menggantikan posisi Yansen Binti di DPRD kalteng ini juga mengungkapkan, bahwa Zain Alkim sudah positif  mencaleg di Partai Gerindra dan nama yang bersangkutan sudah keluar Daftar Calon Tetap (DCT).

“Yang bersangkutan sudah memberitahukan secara resmi melalui uratnya ke partai dan juga sekretariad dewan, sekarang tinggal menunggu proses dari Kemendagri saja,”Ujarnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan kota Palangka Raya ini memaparkan, karena yang bersangkutan sudah menyatakan mengundurkan diri maka otomatis segala tugas dan tangungjawab kepada partai Gerindra tidak ada lagi baik di DPRD Kalteng maupun di Partai Gerindra.

Sementara itu, sambung Anggoro, terkait kader Gerindra yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi D DPRD Kalteng, Hj.Yustina Ismiati yang juga maju sebagai calon anggota dewan perwakilan daerah (DPR) RI, berdasarkan hasil konsultasi ke KPU Kalteng, di peroleh informasi dari sana bahwa yang menjadi penguruslah yang harus mengundurkan diri.

“Hj.Yustina bukan pengurus partai dan dia juga tidak ada menggundurkan diri. Jadi ketika dia maju sebagai calon anggota DPD tetap sebagai kader partai Gerindra tapi tidak wajib mundur, karena ia tidak masuk dalam struktur partai, kecuali bagi pengurus partai itu wajib harus mundur,”Pungkasnya.(Nvd)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.