Gubernur Buka Temu Karya Taman Budaya

Foto : Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran menambuh Katambung sebagai tanda dibukanya acara Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia, Museum Basoeki Abdullah dan Galeri Nasional Indonesia ke-17 Tahun 2018 di UPT. Taman Budaya Kalimantan Tengah Jalan Temanggung Tilung XIII Palangka Raya, Rabu (12/9) malam.(Dayak Pos/Yanting)

Palangka Raya, Dayak Pos

Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran membuka acara Temu Karya Taman Budaya, Museum Basoeki Abdullah, dan Galeri Nasional se-Indonesia Tahun 2018 di UPT Taman Budaya Kalteng Jalan Temanggung Tilung XIII, Kota Palangka Raya, Rabu (12/09) malam.

Acara tersebut dihadiri Direktur Kesenian Kemendikbud RI, Restu Gunawan. Kadis Peariwisata dan Kebudayaan Kalteng selaku Ketua Panitia, Guntur Talajan. Ketua Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salma. Ketua Forum Taman Budaya, Sukanto. Dan jajaran pejabat Pemerintahan Provinsi Kalteng.

Gubernur Kalteng dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih karena Kalteng telah dipercaya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-17 Tahun 2018.

Sugianto berharap, Temu Karya Taman Budaya Se-lndonesia, Museum Basoeki Abdullah, dan Galeri Nasional Tahun 2018 yang telah dikemas dengan Tema ‘Ragam Ekspresi Seni Untuk Negri’ dapat merefleksikan eksistensi peradaban dan kreatifitas serta menciptakan suatu harmoni dalam membangkitkan kehidupan untuk membangun budaya bangsa Indonesia.

“Saya berharap kegiatan ini juga dapat menghasilkan ide dan gagasan baru serta kreatifitas baru yang lebih fantastis dan Inovatif dalam mempertahankan dan mengembangkan khasanah Budaya Nusantara dan Taman Budaya se-Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memperkenalkan falsafah Huma Betang yang menjadi simbol kebersamaan, kerukunan dan keberagaman dalam kehidupan masyarakat Kalteng kepada peserta Temu Karya Taman Budaya, Museum Basoeki Abdullah, dan Galeri Nasional se-Indonesia.

Gubernur menyatakan, filosofi Huma Betang merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, Filisofi Huma Betang merupakan salah satu gambaran betapa kayanya Keragaman Budaya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Nilai-nilai budaya yang sangat khas dari setiap daerah merupakan Khasanah Budaya Nusantara Indonesia yang patut disyukuri bersama sebagai rahmat dan Karunia Tuhan Yang Maha Esa untuk terus dijaga dan lestarikan,” tutupnya.(YM/AW)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.