<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362</id><updated>2010-09-06T03:28:48.417-07:00</updated><title type='text'>Dayak Pos Online</title><subtitle type='html'>Media Online Informasi Terlengkap dan Aktual</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default?orderby=updated'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;orderby=updated'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>132</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-7106003937345535552</id><published>2010-05-05T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T12:12:00.551-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Tari Mandau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tari Mandau&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Tarian Mandau&lt;/i&gt; merupakan satu dari sekian banyak jenis tari yang lahir dari kultur Budaya masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah. &lt;i&gt;Tari Mandau Suku Dayak&lt;/i&gt; simbolisasi dari semangat juang masyarakat Suku Dayak dalam membela harkat dan martabatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain menggambarkan patriotisme warga &lt;b&gt;Bumi Tambun Bungai&lt;/b&gt; untuk menjaga tanah kelahirannya, Tari Mandau Suku Dayak Kalteng juga merupakan simbolisasi keperkasaan pria Suku Dayak Kalimantan Tengah dalam menghadapi segala macam tantangan dalam aspek kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam setiap pertunjukan atau persembahan Tari Mandau diringi alunan suara kemerduan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/gandang-alat-musik-tradisional-khas.html"&gt;Gandang&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/garantung.html"&gt;Garantung&lt;/a&gt; bertalu kencang. Harmonisasi perangkat musik tradisional tersebut memunculkan irama penuh semangat, seolah mengajak mereka yang mendengar dan menyaksikan persembahan Tari Mandau semakin bersemangat layaknya pejuang Suku Dayak yang siap terjun ke medan juang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelompok penari Tari Mandau seringkali dilengkapi dengan menggenggam Mandau pada tangan sebelah kanan, sedangkan di tangan kiri &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/01/talawang.html"&gt;Talawang&lt;/a&gt;  menangkis serangan musuh sebagai tameng kokoh suku Dayak juga tampil menyempurnakan Tari Mandau Suku Dayak yang ditampilkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-7106003937345535552?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/7106003937345535552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/tari-mandau.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/7106003937345535552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/7106003937345535552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/tari-mandau.html' title='Tari Mandau'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-1166228028294257534</id><published>2010-05-04T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T12:12:00.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Perlengkapan Upacara Nahunan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/02/ritual-nahunan-upacara-memandikan-dan.html"&gt;Nahunan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; adalah salah satu upacara adat khas masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah berkaitan dengan daur hidup kelahiran. Tujuannya untuk memberikan nama bagi si bayi pada usia 1-2 tahun. Upacara Nahunan bisa dilaksanakan pada setiap kelahiran bayi di kalangan Suku Dayak Ngaju Kalteng.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upacara Nahunan memiliki berbagai makna. Pertama upacara dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada bidan kampung (dukun bayi) karena telah membantu proses kelahiran bayi agar ibu dan bayi lahir dengan selamat. Kedua,  bermakna sebagai sanjungan atas kelahiran bayi yang sangat didambakan dalam kehidupan berumah tangga. Makna terakhir dan yang terpenting adalah pemberian nama untuk sang anak agar dikenal oleh masyarakat dalam pergaulan keseharian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melaksanakan upacara Nahunan tersebut, disiapkanlah beberapa perlengkapan upacara Nahunan baik perlengkapan untuk sang bayi maupun perlengkapan bidan. Untuk sang bayi, disiapkan sebuah keranjang pakaian guna menyimpan pakaian sang bayi, &lt;b&gt;Tuyang&lt;/b&gt; atau ayunan untuk menidurkannya ketika upacara Nahunan sedang dilangsungkan, tuyang ini terbuat dari kulit kayu nyamu dan terhiaskan dengan mainan sederhana terbuat dari botol bekas yang dirangkai sehingga menimbulkan bunyi-bunyian yang unik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian untuk melengkapi perlengkapan Upacara Nahunan terdapat &lt;b&gt;Sangku&lt;/b&gt; besar berbentuk seperti mangkuk besar yang digunakan untuk memandikan bayi dan tak lupa garantung untuk tempat pijakan bayi ketika keluar. Tidak hanya sang bayi yang mempunyai perlengkapan, sang bidan pun memiliki pelengkapan khusus dalam upacara Nahunan sebuah &lt;b&gt;Tanggul Layah&lt;/b&gt;, sebuah topi yang digunakan sang bidan untuk menutup kepala ketika membawa dan memandikan sang bayi ke sungai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditambah lagi dengan benda-benda yang memang sering digunakan seperti peludahan untuk menampung air ludah kinangan pada pasca upacara Nahunan, &lt;b&gt;Lancing&lt;/b&gt; untuk menyimpan sirih pinang, &lt;b&gt;Mangkok Petak&lt;/b&gt; untuk meletakkan tanah atau air, Apar untuk menyimpan sesajen. &lt;b&gt;Mangkuk Tampung Tawar&lt;/b&gt; untuk menyimpan ramuan tampung tawar serta ceret untuk menyimpan air minuman tradisional (&lt;i&gt;baram atau anding&lt;/i&gt;) dan terakhir adalah Sangku Penduduk untuk menaruh beras dan kelapa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat juga benda-benda yang sarat dengan spiritual dan perlambang. Benda-benda inilah yang lebih diutamakan. &lt;b&gt;Rabayang Kujuk Kalakai&lt;/b&gt; misalnya, merupakan sebuah perlambang kesuburan pada saat upacara tersebut berlangsung. &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/hampatung.html"&gt;Hampatung&lt;/a&gt; Kalekang Karuhei&lt;/b&gt; merupakan perlambang untuk mengundang rejeki setelah upacara Nahunan dilaksanakan, Tutup Rinjing (tutup wajan) untuk menutup segala hal buruk dan tidak baik, sebagai perlambang, sedangkan benda yang sarat dengan keyakinan yaitu &lt;b&gt;Parapen&lt;/b&gt; atau Pendupaan yang berfungsi untuk membakar kemenyan guna mengusir roh halus pada upacara Nahunan tersebut, &lt;b&gt;Pisau Lantik&lt;/b&gt; untuk pengeras hamburan (roh roh orang yang melaksanakan upacara atau dukun bayi).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua upacara dan perlengkapan ini tak lepas dari tujuan upacara Nahunan itu sendiri yakni menghargai daur kehidupan dari kelahiran hingga kematian. Masyarakat Dayak sangat memahami bahwa kehidupan mempunyai makna yang sangat dalam, semua tertuang dalam berbagai upacara  yang diadakan, termasuk upacara Nahunan. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-1166228028294257534?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/1166228028294257534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/perlengkapan-upacara-nahunan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/1166228028294257534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/1166228028294257534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/perlengkapan-upacara-nahunan.html' title='Perlengkapan Upacara Nahunan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-5127073974010833229</id><published>2010-05-03T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T12:12:00.954-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Pasu atau Banga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pasu atau Banga&lt;/b&gt; dalam Bahasa Dayak Ngaju adalah sebuah peninggalan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/peninggalan-kerajinan-keramik-di.html"&gt;kerajinan keramik&lt;/a&gt; kebudayaan &lt;i&gt;Bumi Tambun Bungai&lt;/i&gt;. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sebuah &lt;b&gt;Banga&lt;/b&gt; juga merupakan salah satu bentuk Tempayan khas Dayak namun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/gahuri.html"&gt;Gahuri&lt;/a&gt; atau Kandi maupun bentuk &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/balanai.html"&gt;Balanai&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ukuran Pasu atau Banga juga gemuk dengan mulut lebar dan bibir membalik ke bagian dalam. Ukuran ketinggian Pasu atau Banga berkisar 15 cm hingga 30 cm dengan tinggi 30 sampai dengan 50 cm. Kegunaan &lt;b&gt;Pasu&lt;/b&gt; bagi masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah adalah sebagai wadah menyimpan atau memproses makanan atau &lt;b&gt;Lauk&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Ikan dalam Bahasa Dayak Ngaju&lt;/i&gt;) khas masyarakat setempat yakni ikan &lt;i&gt;Wadi&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Pakasam&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu kegunaan Pasu atau Banga juga seringkali digunakan sebagai tempat menyimpan kecap atau bahkan hanya dipajang di ruang utama rumah sebagai hiasan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-5127073974010833229?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/5127073974010833229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/pasu-atau-banga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/5127073974010833229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/5127073974010833229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/pasu-atau-banga.html' title='Pasu atau Banga'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-6312986508203928778</id><published>2010-05-02T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T12:12:00.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Tas Tradisional Suku Dayak (SULEP)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sulep&lt;/b&gt;. Sejak dahulu kala, masyarakat suku dayak di Kalimantan Tengah terbiasa meletakkan sesuatu sesuai tempat yang seharusnya. Kebiasaan tersebut berlaku untuk hal-hal yang bersifat konkret maupun abstrak seperti hal yang berhubungan dengan penguasa alam semesta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk penempatan sesuatu yang bersifat konkret, masyarakat Suku Dayak menciptakan berbagai bentuk benda yang bisa digunakan sebagai wadah penyimpanan termasuk juga tas tradisional Suku Dayak. Di rumah tangga misalnya, Suku Dayak mengenal “Sulep” yaitu "&lt;b&gt;Tas Tradisional Suku Dayak&lt;/b&gt;" &lt;i&gt;Kalteng&lt;/i&gt; yang dibuat dengan keterampilan tangan sebagai alat untuk menyimpan surat-surat berharga, perhiasan, tembakau hingga obat-obatan tradisional.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bahasa Dayak Ngaju, Sulep berarti tas yang terbuat dari kayu maupun bambu. Sulep dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai tabung dengan penutup pada bagian atas dan bawah. Pada bagian permukaan sulep dihias dengan pelapis berupa anyaman rotan warna cokelat dan hitam sehingga membentuk motif sulur-suluran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian penutup Sulep disimpul dengan ikatan rotan yang dapat dibuka dan ditutup kembali guna mengamankan benda di dalamnya. Sedangkan pada bagian badan dan penutup bawah Sulep dipasang tali panjang sebagai tempat gantungan sehingga Sulep mudah dibawa layaknya tas gendong.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ukuran panjang rata-rata Sulep umumnya dibuat sekitar 10 cm atau lebih sementara diameter Sulep berkisar antara 8 cm.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini, Sulep sudah semakin jarang digunakan. Masyarakat telah beralih ke penggunaan tas hasil produksi pabrik-pabrik modern karena lebih praktis untuk dipakai. Kendati demikian, keberadaan Sulep masih banyak ditemukan di rumah-rumah warga sebagai benda berharga peninggalan keluarga dari masa ke masa.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-6312986508203928778?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/6312986508203928778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/tas-tradisional-suku-dayak-sulep.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/6312986508203928778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/6312986508203928778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/tas-tradisional-suku-dayak-sulep.html' title='Tas Tradisional Suku Dayak (SULEP)'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-2968981634128877202</id><published>2010-05-01T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T12:12:00.344-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Tasmiyahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tasmiyahan&lt;/b&gt;. Kemajuan jaman yang ditandai dengan munculnya budaya baru ternyata tidak serta merta menghilangkan budaya lama. Di Kalimantan, sejumlah tradisi yang berasal dari akar budaya lama masih bertahan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu tradisi yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat di &lt;b&gt;Kalimantan&lt;/b&gt; baik &lt;i&gt;Kalimantan Selatan &lt;/i&gt;(&lt;b&gt;Kalsel&lt;/b&gt;), &lt;i&gt;Kalimantan Barat&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Kalbar&lt;/b&gt;), &lt;i&gt;Kalimantan Tengah&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Kalteng&lt;/b&gt;) dan &lt;i&gt;Kalimantan Timur&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Kaltim&lt;/b&gt;) adalah tradisi “Tasmiyahan”. Secara umum budaya Tasmiyahan merupakan &lt;i&gt;prosesi pemberian nama&lt;/i&gt; bagi anak yang digelar dengan ritual-ritual tertentu sesuai tradisi dan tuntunan &lt;b&gt;Agama Islam&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tasmiyahan secara umum biasa dilakukan setelah usia kelahiran anak mencapai dua bulan, kegiatan Tasmiyahan biasa diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci &lt;b&gt;Al-Quran&lt;/b&gt; dan penyebutan nama bagi si bayi di hadapan seluruh undangan seraya pembacaan doa kepada Allah SWT. Adapun doa yang dibaca setelah saat kegiatan berisi permohonan kepada &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt; agar kelak si anak tumbuh menjadi manusia yang bertaqwa dan bermanfaat bagi lingkungannya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain sebagai bentuk legalisasi pemberian nama pada si anak menurut tradisi, Tasmiyahan juga merupakan bentuk rasa syukur keluarga atas kelahiran anak mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi kalangan warga Kalimantan baik &lt;b&gt;Dayak&lt;/b&gt; maupun &lt;b&gt;Melayu&lt;/b&gt; yang secara tradisi memegang teguh syariat Islam secara turun temurun, Tasmiyahan hampir menjadi prosesi wajib dalam setiap peristiwa kelahiran anak. Seandainya keluarga bersangkutan memiliki kendala dari segi ekonomi, Tasmiyahan tetap dapat digelar secara sederhana. Untuk waktu yang tepat menyelenggarakan Tasmiyahan, masyarakat Kalimantan umumnya menggelar acara ini pada Bulan yang dianggap baik, yakni &lt;b&gt;Bulan Maulid&lt;/b&gt;. Kendati demikian, Tasmiyahan tetap dapat digelar pada waktu-waktu lain dengan syarat usia kelahiran anak telah mencapai atau lebih dua bulan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-2968981634128877202?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/2968981634128877202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/tasmiyahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/2968981634128877202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/2968981634128877202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/05/tasmiyahan.html' title='Tasmiyahan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-62042556829078094</id><published>2010-04-30T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T12:12:00.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Suling Balawung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Suling Balawung&lt;/b&gt;. Suku Dayak membuktikan bahwa apresiasi &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/kedudukan-wanita-dalam-masyarakat-dayak.html"&gt;kedudukan wanita dalam masyarakat Dayak&lt;/a&gt; bukanlah hanya isapan jempol semata, ini dibuktikan dengan penghargaan tinggi terhadap peran kaum peremuan Dayak turut diberikan dalam aspek apresiasi bermusik, yakni meciptakan Suling Balawung sebagai bentuk &lt;i&gt;Suling khusus bagi perempuan Dayak&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Suling Balawung merupakan alat musik tiup yang terbuat dari bambu berukuran kecil dengan lima lubang di bagian bawah dan satu lubang di bagian atas. Dalam kebiasaan suku Dayak di Kalimantan Tengah, Suling Balawung seringkali dimainkan oleh kaum perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-62042556829078094?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/62042556829078094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/suling-balawung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/62042556829078094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/62042556829078094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/suling-balawung.html' title='Suling Balawung'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-1282752932070705520</id><published>2010-04-29T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T12:12:00.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Gahuri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gahuri&lt;/b&gt;. Gahuri atau Kandi jika dalam Bahasa Indonesia sering dikenal dengan Kendi, Gahuri merupakan salah satu &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/peninggalan-kerajinan-keramik-di.html"&gt;peninggalan kerajinan keramik di Kalimantan Tengah&lt;/a&gt;. Bentuk Gahuri biasanya hampir mirip dengan Tempayan atau dalam Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah disebut dengan sebuah &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/balanai.html"&gt;Balanai &lt;/a&gt;Kalteng namun agak sedikit gemuk dengan tujuan agar Gahuri tersebut dapat diisi dengan air dalam jumlah yang banyak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ukuran diameter Gahuri atau Kandi biasanya dibuat berkisar antara 5 hingga 15 cm. Bahkan ada ukuran Gahuri diameternya mencapai lebih dari 30 cm lebih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi Gahuri Dayak dalam keseharian masyarakat Suku Dayak di Kalteng adalah sebagai tempat penyimpanan &lt;b&gt;Baram &lt;/b&gt;(Tuak khas Suku Dayak Kalimantan Tengah).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-1282752932070705520?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/1282752932070705520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/gahuri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/1282752932070705520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/1282752932070705520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/gahuri.html' title='Gahuri'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-7115960560016494592</id><published>2010-04-28T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T12:12:00.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Kalali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kalali&lt;/b&gt; adalah peralatan musik &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/kalimantan-tengah.html"&gt;Kalimantan Tengah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; menyerupai sebuah Suling berukuran panjang seperti yang lazim kita lihat. &lt;i&gt;Kalali Dayak&lt;/i&gt; tersebut tergolong alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup, Kalali biasanya dibuat dari buluh atau sembilu bambu dengan nama ilmiah &lt;b&gt;Bambusa sp&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ukuran Kalali dibuat&lt;/i&gt; dengan panjang sekitar setengah meter memiliki bagian ujung beruas serta diberi sebuah lubang berukuran kecil di sekitar ruas buluh tersebut. Ujung ruas dari Kalali kemudian diraut sedemikian rupa dengan tujuan supaya bisa dijadikan tempat memasang &lt;b&gt;Roan&lt;/b&gt; berbentuk tipis dimana roan tersebut telah dilakukan proses perautan pada tahap sebelumnya. Buluh rotan yang diikat kencang pada bagian batang dari Kalali, selanjutnya dibuat lagi lima lubang yang berfungi untuk menentukan tinggi rendahnya &lt;i&gt;nada Kalali&lt;/i&gt;. Pengaturan tidak jauh berbeda dengan &lt;b&gt;Suling Panjang&lt;/b&gt; yakni keras maupun lembutnya nada Kalali dipengaruhi hembusan nafas yang dikeluarkan karena hembusan nafas tersebut akan sangat mempengaruhi tingkat frekuensi serta ukuran tinggi dan rendahnya nada dari Kalali.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-7115960560016494592?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/7115960560016494592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/kalali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/7115960560016494592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/7115960560016494592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/kalali.html' title='Kalali'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-4584124909481001635</id><published>2010-04-27T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T12:12:00.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Balanai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Balanai&lt;/b&gt; sebuah nama lain dari Tempayan dalam Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. &lt;i&gt;Bentuk Balanai &lt;/i&gt;umumnya adalah tinggi dan membesar pada bagian atas sedangkan bagian rongga bawah Balanai biasanya lebih kecil seperti Tempayan pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ukuran Balanai seringkali lebih besar daripada &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/02/ragam-balanga-guci-dayak-dan-fungsinya.html"&gt;Guci Dayak&lt;/a&gt; Kalteng &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/12/balanga.html"&gt;Balanga&lt;/a&gt;. Tinggi &lt;i&gt;sebuah Balanai&lt;/i&gt; berkisar antara 50 cm hingga 100 cm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam keseharian masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah, &lt;i&gt;Balanai Kalteng&lt;/i&gt; ini biasanya digunakan sebagai wadah penyimpanan air baik untuk keperluan mandi atau memasak. Fungsi lain sebuah &lt;i&gt;Balanai khas Dayak&lt;/i&gt; juga bisa dijadikan sebagai tempat penyimpanan tulang belulang orang yang telah meninggal dunia setelah dilaksanakan ritual &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/03/tiwah.html"&gt;Tiwah&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-4584124909481001635?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/4584124909481001635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/balanai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/4584124909481001635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/4584124909481001635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/balanai.html' title='Balanai'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-4111094686753964146</id><published>2010-04-26T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T12:12:00.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Sarun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sarun&lt;/b&gt;. Alat musik milik Suku Dayak satu ini dapat dikatakan sangat unik dan menarik, mungkin jika di daerah &lt;i&gt;Jawa&lt;/i&gt; alat musik serupa disebut dengan kata &lt;b&gt;Saron&lt;/b&gt; karena jika diperhatikan kedua alat musik pukul ini baik Sarun maupun Sarong selain memiliki nama hampir seruap juga banyak kemiripan dari segi cara memainkannya yakni sebagai &lt;i&gt;alat musik pukul&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai alat musik pukul khas Suku Dayak, &lt;i&gt;Sarun Dayak&lt;/i&gt; terbuat dari lempengan besi atau logam, memainkan Sarun cukup dengan cara menabuhnya bergantian sesuai dengan nada yang ingin dihasilkan dari setiap lempengan-lempengan besi atau logam pada Sarun yang disusun secara berjajar pada bagian dasar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sarun Kalteng&lt;/b&gt; dikatakan unik sebab alat musik Kalimantan Tengah ini hanya memiliki &lt;i&gt;lima macam nada&lt;/i&gt; yaitu &lt;b&gt;Do&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Re&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Mi&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Sol&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;La&lt;/b&gt; berbeda dengan peralatan musik lainnya yang memiliki nada lengkap Do, Re, Mi, Fa, Sol, La dan Si. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendati demikian dalam memainkan dan mengatur &lt;i&gt;nada pada Sarun&lt;/i&gt; diperlukan pula kesigapan serta koordinasi motorik yang bagus dari kedua telapak tangan yang digunakan oleh penabuh Sarun, sebab disaat sebelah telapak tangan yang digunakan memegang tabuh berpindah guna menabuh lempengan besi dan logam lain untuk menghasilkan nada lain berikutnya, maka disinilah telapak tangan sebelahnya lagi harus cepat menekan kembali lempengan besi yang dipukul sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-4111094686753964146?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/4111094686753964146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/sarun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/4111094686753964146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/4111094686753964146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/sarun.html' title='Sarun'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-8063433938502086998</id><published>2010-04-25T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T12:12:00.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Kecapi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kecapi&lt;/b&gt;. Musik memang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, oleh sebab itulah kali ini admin ingin melanjutkan lagi perkenalan kita pada kekayaan khasanah kesenian Dayak di Kalimantan Tengah dengan perkenalan kita pada alat musik lainnya yang dimainkan sebagai alat musik petik. Salah satu literasi menyebutkan bahwa instrumen musik petik jenis tertua awalnya memiliki bentuk yang sangat menyerupai gitar ditemukan pada sebuah objek peninggalan arkeologi di wilayah &lt;b&gt;Alaya Huyuk&lt;/b&gt; sekitar tahun 1400 Sebelum Masehi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecapi sebagai bagian yang memegang peranan penting dari perkembangan sejarah bermusik Suku Dayak adalah alat bermain musik dengan cara memainkan dipetik. &lt;i&gt;Kecapi Suku Dayak&lt;/i&gt; berbahan baku terbuat dari kayu ringan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di masa lalu tali yang digunakan adalah &lt;b&gt;Tengang&lt;/b&gt; atau tali liat yang terbuat dari kulit kayu, namun saat ini &lt;i&gt;Tengang Kecapi&lt;/i&gt; dapat juga digantikan dengan dawai nilon atau kawat senar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tengang pada Kecapi bisa berjumlah dua atau tiga buah tergantung jenisnya masing-masing. Apabila Tengang yang ada pada Kecapi tadi dipetik barulah nada lagu dapat diatur. Suara dari &lt;i&gt;Kecapi Kalteng&lt;/i&gt; biasanya digunakan untuk mengiringi &lt;b&gt;Karungut&lt;/b&gt; dan aneka tari-tarian tradisional asal Dayak Kalimantan Tengah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-8063433938502086998?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/8063433938502086998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/kecapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8063433938502086998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8063433938502086998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/kecapi.html' title='Kecapi'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-9097792145282327827</id><published>2010-04-24T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T12:12:00.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Katambung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Katambung&lt;/b&gt;. Alat musik dari masing-masing daerah memang sangat variatif, wujud ini tidak jarang berimbas pula pada kualitas serta evolusi musik termasuk beragam generasi yang tercipta dari waktu ke waktu, baik dari segi nada maupun alat yang digunakan. Instrumen musik jenis perkusi ternyata juga hadir menghiasi khasanah budaya Dayak, ini dibuktikan dengan hadirnya beragam alat musik perkusi khas Suku Dayak dan salah satunya adalah &lt;i&gt;alat musik perkusi Katambung&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katambung adalah jenis alat musik perkusi yang biasa digunakan dalam upacara-upacara adat keagamaan. Bentuknya mirip gendang, namun dengan diameter yang lebih kecil dan badan agak panjang. Tidak jauh berbeda dengan jenis instrumen atau alat musik jenis perkusi maka &lt;i&gt;Katambung Dayak&lt;/i&gt; juga sebagai salah satu jenis instumen musik yang sangat memiliki potensi agar dapat terus dikembangkan seiring kemajuan jaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ukuran &lt;i&gt;alat musik Katambung&lt;/i&gt; umumnya yakni panjang 75 cm dan lebar diameter 10 cm. Kerangka utama Katambung terbuat dari kayu &lt;b&gt;Tabalien&lt;/b&gt; (Ulin) dengan bagian yang dipukul dengan telapak tangan terbuat dari kulit ikan &lt;b&gt;Buntal&lt;/b&gt; yang telah dikeringkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Katambung khas Kalteng&lt;/i&gt; hadir melengkapi varian jenis alat musik yang digunakan kalangan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah mendampingi peralatan musik lainnya seperti &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/gandang-alat-musik-tradisional-khas.html"&gt;&lt;i&gt;Gandang&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/garantung.html"&gt;&lt;i&gt;Garantung&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai tambahan, banyak Antropolog, Budayawan serta Sejarawan yang memiliki pandangan bahwa alat musik perkusi adalah alat bantu pertama dalam bermain musik, sedangkan suara manusia sendiri sebagai alat musik pertama yang pernah digunakan oleh manusia.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-9097792145282327827?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/9097792145282327827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/katambung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/9097792145282327827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/9097792145282327827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/katambung.html' title='Katambung'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-5757105544164587203</id><published>2010-04-23T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T12:12:00.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Garantung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Garantung&lt;/b&gt;. Sejak masa lampau, masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah atau Kalteng telah mengenal seni musik dan perangkatnya. Selain digunakan sebagai sarana hiburan, seni musik tradisional ini juga erat hubungannya sebagai pelengkap berbagai ritual adat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perkembangannya, masyarakat Suku Dayak Kalteng mengenal berbagai alat pendukung musik tradisional. Sebagian merupakan alat musik yang berasal dari karya cipta masyarakat Suku Dayak sendiri. Sebagian lagi merupakan serapan dari budaya musik tradisional daerah luar. Garantung merupakan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/gandang-alat-musik-tradisional-khas.html"&gt;&lt;i&gt;alat musik tradisional khas suku Dayak Kalimantan Tengah&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; yang tak terpisahkan dalam berbagai ritus kehidupan masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah. Selain Garantung, masyarakat Dayak Ngaju juga menyebutnya dengan Gong dan Agung. Umumnya Garantung terbuat dari bahan baku logam seperti besi, kuningan, atau perunggu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut sejarah Garantung masuk ke wilayah Kalimantan, khususnya &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/kalimantan-tengah.html"&gt;&lt;b&gt;Kalimantan Tengah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dibawa oleh para pedagang dari tanah Jawa, tepatnya pada saat hubungan dagang antara pedagang dari Kalimantan dan Kerajaan Majapahit. Meski begitu, ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa masuknya Garantung ke daratan Kalimantan dibawa oleh para pedagang asal Yunan (Cina), India dan Melayu yang pada masanya memiliki pengaruh besar bagi perkembangan masyarakat &lt;b&gt;Suku Dayak&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kalangan masyarakat Suku Dayak, Garantung juga dipercaya sebagai salah satu benda adat yang diturunkan dari Lewu Tatau (Surga atau Khayangan dalam bahasa Sangiang) sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi dengan roh-roh leluhur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam komunitas masyarakat Suku Dayak, Garantung juga digunakan untuk memberi tahu masyarakat luas tentang adanya suatu acara atau pesta yang dilaksanakan oleh salah satu keluarga, dan dari salah satu kampung ke kampung lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga ketika acara kematian atau upacara &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/03/tiwah.html"&gt;&lt;i&gt;Tiwah&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; khususnya para pemeluk Kaharingan, pada saat jenazah masih disemayamkan di rumah duka, Garantung akan dimainkan untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam roh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tari Kanjan&lt;/i&gt; sebagai salah satu tarian sakral untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam roh, Garantung menjadi salah satu alat untuk mengiringi tarian tersebut. Garantung akan dimainkan dengan irama khusus dan sakral.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain sebagai alat musik tradisional, dalam komunitas masyarakat adat Suku Dayak, Garantung juga menjadi salah satu benda berharga yang berfungsi sebagai barang adat dan dijadikan sebagai alat tukar untuk menilai sesuatu barang atau jasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keperluan sebagai barang adat itu masih berlangsung hingga sekarang, khususnya pada acara adat perkawinan, Garantung menjadi salah satu mas kawin atau barang permintaan yang harus diserahkan kepada pihak ahli waris mempelai perempuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada perkembangan selanjutnya, karena terbatasnya jumlah Garantung, maka nilai sebuah garantung kemudian dihitung dalam bentuk nilai mata uang yang berlaku pada saat perjanjian perkawinan adat kedua mempelai dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, dahulu Garantung juga menjadi salah satu penanda status sosial seseorang. Semakin banyak garantung dimiliki oleh seseorang atau keluarga tersebut, maka akan semakin tinggi ststus sosial yang bersangkutan dan semakin tinggi pula ia dihormati oleh masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Garantung Suku Dayak&lt;/b&gt; terdiri atas empat jenis dengan lima nada dasar atau laras, masing-masing adalah &lt;b&gt;Garantung Tantawak&lt;/b&gt;, berukuran kecil dan memiliki nada dasar G atau E, &lt;b&gt;Garantung Lisung&lt;/b&gt; dengan ukuran sedang memiliki nada dasar D atau C, &lt;b&gt;Garantung Papar&lt;/b&gt; berukuran besar dengan nada dasar A, serta sebuah &lt;b&gt;Garantung Bandih&lt;/b&gt; yang berbentuk kecil tetapi memiliki nada yang tinggi.  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-5757105544164587203?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/5757105544164587203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/garantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/5757105544164587203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/5757105544164587203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/garantung.html' title='Garantung'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-2904729933967599641</id><published>2010-04-22T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T12:12:00.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Studi Arkeologi Sejarah Keramik Cina di Kalteng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti diketahui bersama bahwa di Kalimantan termasuk wilayah Bumi Tambun Bungai, banyak sekali terdapat benda-benda peninggalan sejarah yang berbentuk sebuah kerajinan berbahan baku keramik seperti guci, piring, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditilik dari aspek &lt;b&gt;Studi Arkeologi Sejarah Keramik Cina di Kalteng&lt;/b&gt;, Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah tempat penemuan benda-benda keramik yang cukup banyak. Sejak masa lampau, benda-benda tersebut digunakan penduduk untuk keperluan hidup dan pelengkap upacara yang bersifat sakral.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil studi arkeologi sejarah keramik Cina di Kalteng, benda-benda keramik ini tidak hanya ditemukan di rumah-rumah warga, sebagian juga ditemukan melalui proses penggalian dan penemuan di beberapa daerah di Kalimantan Tengah silakan baca juga artikel sebelumnya tentang &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/peninggalan-kerajinan-keramik-di.html" title="peninggalan kerajinan keramik di Kalimantan Tengah"&gt;Peninggalan Kerajinan Keramik di Kalimantan Tengah&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah studi arkeologi di Negara Indonesia mencatat, di Indonesia sendiri, kontak kebudayaan lokal dan asing sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya ditemukan barang-barang keramik asing termasuk keramik Cina di berbagai wilayah nusantara tidak terkecuali &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/kalimantan-tengah.html"&gt;Kalimantan Tengah&lt;/a&gt; yang berhasil diungkap melalui berbagai studi arkeologi sejarang keramik Cina di Kalteng.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asal muasal perkiraan penyebaran keramik asing pertama kali datang dari Cina sekitar abad ke-5 Masehi. Dalam rentang waktu itu, telah terjadi kontak dagang antara beberapa kerajaan di Sumatera dan pantai utara Jawa dengan kerajaan di Cina. Para pedagang dari Cina dan Indonesia saling memperniagakan barang-barang bawaannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pedagang di Indonesia kebanyakan berdagang rempah-rempah dan hasil hutan. Sedangkan para pedagang Cina yang dating ke Nusantara meniagakan benda-benda seperti kerajinan keramik, perak, pernis, emas dan lain-lain. Beberapa Negara lain yang juga meninggalkan barang-barang berupa keramiknya di Indonesia melalui jalur perdagangan adalah Jepang, Birma, Thailand, Vietnam, Turki, Persia, Arab dan sejumlah Negara di Eropa.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-2904729933967599641?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/2904729933967599641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/studi-arkeologi-sejarah-keramik-cina-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/2904729933967599641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/2904729933967599641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/studi-arkeologi-sejarah-keramik-cina-di.html' title='Studi Arkeologi Sejarah Keramik Cina di Kalteng'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-8883822662103617825</id><published>2010-04-21T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T12:12:00.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Makna Warna Manik Batu Suku Dayak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Makna Warna Manik Batu Suku Dayak&lt;/b&gt;. Untuk memahami maksud dan arti warna batu pada manik-manik Dayak sebenarnya tergantung warna manik itu sendiri, manik-manik yang dihadirkan dalam setiap upacara tradisional Suku Dayak umumnya berwarna merah, hijau, kuning, biru dan putih. Jika ragam &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/batu-manik-dayak-khas-kalteng.html"&gt;Batu Manik Khas Dayak Kalteng&lt;/a&gt; benar asli biasanya untuk setiap warna memiliki arti dan keistimewaan berbeda-beda, sebab itulah dalam masyarakat &lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Kalimantan Tengah&lt;/a&gt;, jika warna manik batu merah maka ini merupakan simbol makna semangat hidup, jika manik batu warna biru memiliki makna sumber kekuatan dari segala penjuru yang tidak mudah luntur, jika warna kuning maka makna simbolisasi manik batu ini menggambarkan keagungan dan keramat, kemudian jika warna sebuah manik batu adalah hijau ini memiliki makna kelengkapan dan intisari alam semesta, sedangkan jika warna manik batu adalah putih maka ia simbolisasi sebuah makna gambaran lambang kesucian iman seseorang kepada sang pencipta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain makna warna manik batu Suku Dayak tersebut yang berbeda, untuk manik-manik jenis batu, bahan asal yang digunakan biasanya adalah kornelin, batuan hablur, oniks, akik bergaris, kalsedon maupun kecubung. Dalam &lt;i&gt;pandangan masyarakat Suku Dayak&lt;/i&gt;, manik batu yang terbuat dari bahan batu kecubung maupun akik dipercaya memiliki keistimewaan magis didalamnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian butiran manik akik yang mempunyai gambar &lt;i&gt;palang tapak jalak&lt;/i&gt; misalnya, dipercaya akan menjamin pemakainya selamat sampai ke tujuan setiap melakukan perjalanan jauh sehingga sangat cocok dijadikan cinderamata. Sedangkan pada manik batu akik dengan gambar garis merah dan putih (sardoniks) dipercaya dapat membuat si pemakai manik batu tersebut kebal terhadap peluru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, pemakaian &lt;i&gt;manik-manik batu berbahan batu akik&lt;/i&gt; juga dapat menyembuhkan orang sakit serta membawa keberhasilan panen bagi para petani. Demikian halnya dengan penggunaan &lt;i&gt;manik batu berbahan batu kecubung&lt;/i&gt;, benda ini juga dipercaya dapat membantu penyembuhan penyakit, penawar racun akibat serangan hewan berbisa serta luka bakar bagi pemakainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, manik-manik jenis batu olahan inilah yang sangat diminati oleh masyarakat luas sebagai cinderamata saat berkunjung ke &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/kalimantan-tengah.html"&gt;Kalimantan Tengah&lt;/a&gt; karena keindahannya, namun alangkah indahnya serta bermanfaat lagi apabila anda memahami makna warna manik batu Suku Dayak tersebut sebelum memutuskan untuk membeli, agar keistimewaan dari masing-masing warna dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-8883822662103617825?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/8883822662103617825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/makna-warna-manik-batu-suku-dayak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8883822662103617825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8883822662103617825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/makna-warna-manik-batu-suku-dayak.html' title='Makna Warna Manik Batu Suku Dayak'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-7860974314425511300</id><published>2010-04-20T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T12:12:00.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Batu Manik Dayak Khas Kalteng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Batu Manik Dayak Khas Kalteng&lt;/b&gt;. Keunikan barang hiasan kerajinan dan souvenir asal perut bumi &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/kalimantan-tengah.html"&gt;Kalimantan Tengah&lt;/a&gt; memang sangatlah beragam dengan varian dan manfaat berbeda serta tidak lepas dari khasanah sejarah dan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/budaya-laluhan-perang-air-suku-dayak.html"&gt;budaya suku Dayak Ngaju&lt;/a&gt;. Pancaran kekuatan magis seolah menjadi balutan tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai barang kerajinan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Batu Manik-Manik Suku Dayak&lt;/i&gt; merupakan satu diantaranya karena di Kalimantan Tengah, tradisi penggunaan dan pengolahan batu alam menjadi rangkaian manik-manik batu telah ada sejak masa silam. &lt;i&gt;Manik-Manik Khas &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/gandang-alat-musik-tradisional-khas.html"&gt;Suku Dayak Kalteng&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; dalam budaya masyarakat setempat sering dihubungkan dengan berbagai kepercayaan, terutama oleh para penganut &lt;b&gt;Agama Kaharingan&lt;/b&gt; atau lebih dikenal sebagai agama yang menjadi awal mula munculnya &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/agama-orang-dayak.html"&gt;agama orang dayak&lt;/a&gt; pada masa lalu. Hal tersebut dapat dilihat pada berbagai &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/02/upacara-adat-dayak-manyanggar.html"&gt;upacara adat dayak&lt;/a&gt; yang bersifat sosial maupun keagamaan seperti upacara kelahiran, perkawinan, kematian dan lainnya. Pada pelaksanaan upacara-upacara tersebut, &lt;i&gt;Batu Manik Khas Dayak Kalimantan Tengah&lt;/i&gt; biasanya selalu hadir sebagai suatu benda pusaka yang digunakan oleh pemimpin upacara. Bahkan keberadaan &lt;i&gt;Batu Manik Dayak Khas Kalteng&lt;/i&gt; memiliki keberadaan sebagai salah satu syarat pelengkap pelaksanaan berbagai upacara ritual demikian karena manik-manik batu milik suku dayak dipercaya memiliki kekuatan dan keistimewaan bersifat magis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kerajinan Batu Manik Dayak&lt;/i&gt; pada masa sekarang telah mengalami perkembangan seiring modernisasi untuk kemudian diolah menjadi &lt;i&gt;Souvenir Manik-manik khas Dayak&lt;/i&gt; yang terbagi dalam berbagai jenis sesuai bahan olahannya. Diantaranya Manik Batu, Manik Kaca, Manik Kerang, Manik Tulang, Manik Biji Kayu, Manik Marjan dan Mutiara, Manik Damar, Manik Lempung (tanah liat) bahkan hingga Manik Logam yang terbuat dari emas, perak atau kuningan atau juga Manik Plastik yang kini semakin banyak diperjualbelikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Souvenir Batu Manik Khas Kalteng&lt;/i&gt; tersebut tentu saja tidak lagi dianggap sebagai benda pusaka, melainkan lebih kepada aksesoris untuk mempercantik penampilan. Karena jika &lt;i&gt;Batu Manik Dayak Khas Kalteng&lt;/i&gt; asli sebagai benda pusaka atau memiliki keistimewaan, sudah barang tentu tidak sembarang dijual di pasaran. Beberapa jenis manik-manik batu yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Kalimantan Tengah adalah Lilis Sambelum, Lilis Lamiang, Lilis Potok, Lilis Bangkang Lasung, Lilis Sulau, Lilis Garanuhing, Lilis Lamiang Baruntih Bulau, Manas Marjan, Pirus Intan, Lamiang Kutai, Lamiang Kungkung, Lamiang Putih dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-7860974314425511300?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/7860974314425511300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/batu-manik-dayak-khas-kalteng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/7860974314425511300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/7860974314425511300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/batu-manik-dayak-khas-kalteng.html' title='Batu Manik Dayak Khas Kalteng'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-8774119071572430073</id><published>2010-04-19T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T12:12:00.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Perlengkapan Suku Dayak Menjelang Persalinan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang persalinan membutuhkan beberapa perlengkapan khusus, demikian pula bagi &lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Suku Dayak&lt;/a&gt; ada beberapa &lt;b&gt;perlengkapan suku dayak menjelang persalinan&lt;/b&gt; atau proses melahirkan yang harus dipersiapkan sedemikian rupa untuk menggelar beberapa ritual atau &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/02/upacara-adat-dayak-manyanggar.html"&gt;upacara adat suku Dayak&lt;/a&gt; dalam menjelang dan menyambut kelahiran seorang bayi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kultur budaya suku Dayak Kalimantan Tengah&lt;/i&gt; menempatkan kaum wanita pada derajat yang tinggi. Tak heran, &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/kedudukan-wanita-dalam-masyarakat-dayak.html"&gt;kedudukan wanita dalam masyarakat dayak&lt;/a&gt; memang spesial, kaum perempuan selalu mendapatkan perhatian penuh, terlebih saat proses menjelang persalinan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fase Melahirkan&lt;/b&gt; dalam budaya Suku Dayak mengisyaratkan perlunya sejumlah persiapan termasuk persiapan perlengkapan suku dayak menjelang persalinan. Pada proses jelang melahirkan bayi atau &lt;i&gt;Awau&lt;/i&gt;, sang calon ibu dibaringkan  pada sebuah dipan kecil dengan posisi miring terbuat dari kayu yang disebut &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sangguhan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dengan &lt;i&gt;motif ukiran Dayak&lt;/i&gt; di masing-masing sisi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian saat melahirkan, disiapkan pula &lt;b&gt;&lt;i&gt;Botol Mau&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; sebagai tempat untuk menungku perut ibu agar darah kotor cepat keluar. Selain sebagai perlengkapan suku dayak menjelang persalinan Botol Mau ini juga digunakan untuk menyiman air panas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, keluarga yang melahirkan juga perlu menyiapkan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kain Bahalai&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Jarik&lt;/i&gt; dalam bahasa Jawa) dengan lapisan yang berbeda. Tujuh lapis kain bahalai saat menyambut bayi laki-laki dan lima lapis kain bahalai untuk bayi dengan jenis kelamin perempuan. Walaupun sebagai peralatan penunjang, keberadaannya dalam &lt;i&gt;persiapan prosesi persalinan&lt;/i&gt; menurut budaya Suku Dayak mutlak diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada fase ketika bayi telah lahir, maka tali pusar atau ari-ari bayi  dipotong menggunakan sebuah sembilu. Untuk tahap pertama dan pemotongan terakhir ari-ari dengan uang ringgit. Kedua perlengkapan suku dayak menjelang persalinan tersebut disiapkan sejak awal dalam sebuah piring atau &lt;b&gt;Paraten&lt;/b&gt;. Sedangkan ari-ari yang terpotong tadi disimpan di dalam &lt;b&gt;Kusak Tabuni&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayi (awau) yang baru lahir dimandikan dalam &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/12/guci-kandarah.html"&gt;Kandarah&lt;/a&gt;, dan popok bayi yang digunakan disimpan dalam &lt;b&gt;Saok&lt;/b&gt;. Bagi sang ibu setelah melahirkan biasa menggunakan Stagen (Babat Kuningan) untuk mengikat perut agar mengembalikan perut ibu ke kondisi semula dengan cepat. Tentunya untuk menjaga tubuh ibu setelah melahirkan dan juga berfungsi untuk berjaga-jaga dalam kondisi yang tidak terduga seperti sulitnya bayi keluar, &lt;i&gt;masyarakat Dayak memiliki cara yang khas dan bernuansa magis,&lt;/i&gt; yakni menggunakan buah kelapa yang bertunas untuk kemudian disentuhkan ke arah selaput bayi. Tujuan perlengkapan suku dayak menjelang persalinan tersebut adalah agar dapat membuka ruang sehingga bayi dapat keluar dengan mudah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-8774119071572430073?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/8774119071572430073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/perlengkapan-suku-dayak-menjelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8774119071572430073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8774119071572430073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/perlengkapan-suku-dayak-menjelang.html' title='Perlengkapan Suku Dayak Menjelang Persalinan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-5916901156768925215</id><published>2010-04-18T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T12:12:00.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalbar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Suku Dayak Mentuka Kalimantan Barat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Suku Dayak Mentuka Kalbar&lt;/b&gt; merupakan nama Suku Dayak yang hidup di sekitar kawasan &lt;i&gt;Sungai Mentuka Kalimantan Barat&lt;/i&gt; yang berjarak sekitar 450 kilometer dari Ibukota Kalimantan Barat (Kalbar) yakni Kota Pontianak. Selain dari Pontianak, sebenarnya Sungai Mentuka sendiri dapat dijangkau dengan mudah melalui jalur transportasi darat jika kita berada di Matan Nanga Taman yakni sebuah Kecamatan di &lt;i&gt;Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat&lt;/i&gt;, konon karena suku Dayak ini merupakan &lt;b&gt;Suku Dayak di Sungai Mentuka&lt;/b&gt; maka nama Sungai Mentuka menjadi dasar penamaan Suku Dayak sama seperti Suku Dayak di Kalimantan Tengah, seperti Dayak Kahayan yang mendiami sepanjang &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/01/sungai-kahayan.html"&gt;Sungai Kahayan&lt;/a&gt;, Dayak Barito, Dayak Kapuas, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai satu dari sekian banyak &lt;b&gt;Suku Dayak di Kalimantan Barat&lt;/b&gt;, Suku Mentuka sebenarnya memiliki kesamaan dengan suku-suku Dayak lainnya yakni memiliki kekayaan khasanah budaya, bahasa sejarah, serta tradisi dan ritual tersendiri seperti layaknya Suku Dayak lainnya yang mendiami Pulau Kalimantan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari aspek Bahasa yang digunakan maka &lt;b&gt;Bahasa Suku Dayak Mentuka&lt;/b&gt; disebut &lt;i&gt;"Bahasa Mentuka&lt;/i&gt;" atau &lt;i&gt;"Bahasa Ntuka"&lt;/i&gt;, kata Ntuka diambil lebih kepada pengucapan dari Mentuka itu sendiri. Bahasa Mentuka atau Bahasa Ntuka yang digunakan oleh Suku Dayak Mentuka ini jika diperhatikan memiliki kemiripan dengan beberapa jenis kosakata Bahasa Dayak yang ada di sekitar kawasan &lt;i&gt;Kabupaten Sanggau&lt;/i&gt;, Kalbar khususnya pada bagian utara Kabupaten Sanggau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada hal unik lain dari Suku ini yakni mereka menyakini adanya &lt;b&gt;&lt;i&gt;hubungan suku Dayak Mentuka dengan Kerajaan Majapahit&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, semua ini didasari sejumlah peninggalan sejarah berupa &lt;i&gt;benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Majapahit&lt;/i&gt;, benda-benda pusaka seperti keris, tanah sekapal, piring dan sebagainya inilah yang dijadikan dasar Suku Dayak Mentuka untuk meyakini bahwa mereka memiliki hubungan erat dengan &lt;i&gt;silsilah Majapahit&lt;/i&gt; sebagai sebuah kerajaan yang pernah mengalami masa keemasan di Nusantara. Benda-benda pusaka Suku Dayak Mentuka sebagai warisan Kerajaan Majapahit tersebut masih dapat ditemui di beberapa kampung seperti "&lt;i&gt;Kampung Patok"&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Interaksi budaya yang berlangsung diwariskan secara turun temurun untuk menjadi tradisi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari Suku Dayak Mentuka seperti &lt;i&gt;tradisi lisan&lt;/i&gt; dan tradisi berladang yang ada pada &lt;b&gt;Suku&amp;nbsp; Dayak Kalbar &lt;/b&gt;lain seperti &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/berladang-sebagai-budaya-dayak-kayan.html"&gt;Dayak Kayan&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/pepatah-dayak-kanayatn.html"&gt;Dayak Kanaytn&lt;/a&gt; yang mengingatkan bahwa semua manusia&amp;nbsp; di bumi harus senantiasa selalu berusaha bermurah hati baik kepada suku lain ataupun sesamanya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-5916901156768925215?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/5916901156768925215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/suku-dayak-mentuka-kalimantan-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/5916901156768925215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/5916901156768925215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/suku-dayak-mentuka-kalimantan-barat.html' title='Suku Dayak Mentuka Kalimantan Barat'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-771979361023742693</id><published>2010-04-14T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-17T12:59:12.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi dan Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Benang Bintik Batik Khas Dayak Kalimantan Tengah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Benang Bintik Batik Khas Dayak Kalimantan Tengah&lt;/b&gt;. Setifikasi batik sebagai produk budaya asli Indonesia yang dikeluarkan PBB melalui lembaga UNESCO merupakan momentum penting bagi perkembangan seni batik di Tanah Air.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Citra positif batik di dunia internasional tersebut berlanjut di tanah air tatkala Presiden Republik Indonesia (RI) menetapkan tanggal 2 Oktober 2009 sebagai &lt;b&gt;Hari Batik Nasional&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan pengrajin kain batik di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali Kalteng dengan motif kain batik "&lt;i&gt;Benang Bintik&lt;/i&gt;" sebagai &lt;i&gt;Motif Batik Khas Suku Dayak di Kalimantan Tengah&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu peluang ekonomi yang terbuka dari trend tersebut adalah pengembangan industri garmen &lt;i&gt;Batik Benang Bintik&lt;/i&gt; di daerah. Industri kreatif ini memiliki potensi yang bagus. Syaratnya, seluruh elemen di daerah harus turut berperan aktif dalam mempromosikan beragam motif batik &lt;i&gt;Benang Bintik khas Dayak Kalimantan Tengah&lt;/i&gt; tersebut kepada masyarakat baik di dalam maupun di luar daerah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu lalu, keharusan pemakaian &lt;i&gt;Batik Khas Dayak Kalimantan Tengah&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Benang Bintik&lt;/b&gt;) masih terbatas pada kegiatan formal seperti seragam sekolah dan kantor. Alhasil, kesan Batik Benang Bintik lantas lebih dikenal sebagai bahan busana dan pakaian resmi untuk upacara adat atau acara seremonial seperti pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, Batik Benang Bintik memang semakin dikenal, ragam busana dari motif kain Benang Bintik sering pula dipakai pada kegiatan-kegiatan seperti festival, ajang pemilihan model atau kegiatan kebudayaan dan keseniah daerah lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/12/wisata-alam-di-kalimantan-tengah.html"&gt;Di Kalimantan Tengah&lt;/a&gt;, utamanya di &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/palangka-raya.html"&gt;Kota Palangka Raya&lt;/a&gt; sendiri sentra pembuatan dan percetakan kain batik Benang Bintik masih sangat minim. Pembuatan maupun percetakan Benang Bintik lebih banyak dilakukan di luar wilayah Kalimantan Tengah. Padahal cakupan wilayah permintaan pasarannya telah tersebar luas di seluruh Kalimantan Tengah. Bahkan, model-model pakaian Benang Bintik selalu tampak di beberapa sentra usaha penjahitan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal jenis, Benang Bintik tergolong ke dalam berbagai motif khas, diantaranya adalah motif &lt;i&gt;Batang Garing&lt;/i&gt;, motif &lt;i&gt;Huma Betang&lt;/i&gt;, motif ukiran, motif senjata, motif naga, motif &lt;i&gt;Balanga&lt;/i&gt;, motif campuran dan motif-motif lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk warna dasar Benang Bintik memiliki warna yang lebih berani seperti warna merah maroon, biru, merah, kuning dan hijau. Ada juga bahan warna yang lebih gelap seperti hitam dan coklat. Bahan baku Benang Bintik umumnya menggunakan bahan kain jenis kain sutera, kain semi-sutera dan kain katun.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-771979361023742693?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/771979361023742693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/benang-bintik-batik-khas-dayak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/771979361023742693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/771979361023742693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/benang-bintik-batik-khas-dayak.html' title='Benang Bintik Batik Khas Dayak Kalimantan Tengah'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-6051580021855861314</id><published>2010-04-17T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-17T12:12:00.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Bundaran Besar Palangkaraya Simbolisasi Kota Cantik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bundaran Besar Palangka Raya&lt;/b&gt;. Obsesi Ir. Soekarno untuk menjadikan Kota &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/palangka-raya.html"&gt;Palangka Raya&lt;/a&gt; sebagai Ibukota Negara sejatinya adalah keinginan yang telah terencana. Sejumlah bangunan yang kini menjadi simbolisasi "Kota Cantik" merupakan saksi sejarah keinginan sang Proklamator tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu bangunan bersejarah dan sarat filosofi yang dibuat di awal-awal pendirian Kota Palangkaraya itu adalah Bundaran Besar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Lokasi Bundaran Besar berada tepat di jantung Kota Cantik, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, samping Gedung DPRD yang kini berubah fungsi menjadi Gedung KONI, persis di hadapan Gedung Batang Garing Bussines Center dan Palangka Mall.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak banyak yang menyadari bahwa keberadaan bangunan lain di sekitar kawasan Bundaran Besar Palangkaraya tersebut memiliki makna tersendiri. Rumah Jabatan Gubernur &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/kalimantan-tengah.html"&gt;Kalimantan Tengah&lt;/a&gt; merupakan simbolisasi Pemerintahan, Gedung DPRD sebagai simbolisasi Suara Rakyat, Gedung Batang Garing Bussines Center adalah Simbolisasi Roda Ekonomi dan Palangka Mall wujud simbolisasi Hiburan Rakyat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bundaran Besar yang dibangun pada tahun 1957-1959 memiliki desain unik dan kaya makna. Di kawasan sekitar Bundaran Besar Kota Palangka Raya terdapat monumen dengan komposisi patung tentara, perempuan dan lelaki sipil, naga dan burung Enggang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam buku karya Wijanarka berjudul &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/buku-soekarno-dan-desain-rencana.html"&gt;Sukarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya&lt;/a&gt; terbitan tahun 2006 disebutkan terdapat delapan jalan menyilang menuju monumen Bundaran Besar, dengan jari-jari Bundaran berukuran 2 X 45 Meter. Sedangkan jari-jari lingkar monumen berukuran 17 Meter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep tersebut jelas menggambarkan Bundaran Besar merupakan simbolisasi Tanggal, Bulan dan Tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Delapan jalan silang tersebut juga memiliki dua makna yaitu menyimbolkan posisi Kota Palangkaraya pada persimpangan delapan rumpun kepulauan yakni Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Irian Jaya, dan juga simbolisasi delapan sungai besar di Kalimantan Tengah yaitu Barito, Kapuas, Katingan, Mentaya, Seruyan, Kahayan, Arut dan Lamandau.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-6051580021855861314?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/6051580021855861314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/bundaran-besar-palangkaraya-simbolisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/6051580021855861314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/6051580021855861314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/bundaran-besar-palangkaraya-simbolisasi.html' title='Bundaran Besar Palangkaraya Simbolisasi Kota Cantik'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-2880557839585583726</id><published>2010-04-16T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T12:12:00.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Koper Uwei</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Koper Uwei&lt;/b&gt; merupakan sebuah perlengkapan tradisional &lt;i&gt;Suku Dayak Ngaju Kalteng&lt;/i&gt; yang terdiri atas dua suku kata yakni Koper dan Uwei. "&lt;i&gt;Koper&lt;/i&gt;" memiliki makna sebagai sebuah peti tempat menyimpan pakaian sedangkan "&lt;i&gt;Uwei&lt;/i&gt;" menurut Bahasa &lt;i&gt;Dayak Ngaju&lt;/i&gt; berarti rotan. Jadi, "Koper Uwei" adalah istilah dalam bahasa Dayak Ngaju apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya adalah sebuah &lt;i&gt;"peti pakaian dari rotan&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses pembuatan Koper Uwei dimulai dari pengumpulan bahan utama yakni berupa Uwei berwarna cokelat dan hitam serta kayu yang telah menjadi sebuah papan yang kemudian dibentuk lagi menjadi kerangka kotak persegi empat layaknya koper pada umumnya. Bagian luar Koper Uwei dilapisi anyaman rotan dengan warna selang seling sehingga membentuk motif garis-garis atau berbagai motif khas suku Dayak lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kotak penutup bagian atas Koper Uwei dipasang engsel atau sejenisnya, sedangkan pada bagian dalam dibiarkan kosong sebagai wadah menyimpan barang seperti pakaian. Sementara pada bagian luar dipasang lagi kap pengunci dan semacam gagang sebagai pegangan untuk memudahkan saat Koper Uwei hendak dibawa atau dipindahkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam keseharian warga masyarakat &lt;i&gt;Suku Dayak Ngaju Kalteng&lt;/i&gt;, Koper Uwei merupakan benda keperluan rumah tangga yang berfungsi sebagai alat untuk menyimpan pakaian maupun surat-surat berharga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena fungsinya sebagai peti pakaian dari rotan maka ukuran Koper Uwei umumnya disesuaikan dengan kebutuhan, namun biasanya Koper Uwei dibuat dengan tinggi 35 Cm dengan Panjang 51 Cm serta Tinggi mencapai 19 Cm, sehingga benar-benar mampu menjadi sebuah Koper atau peti pakaian dari rotan dengan &lt;i&gt;motif khas Dayak&lt;/i&gt; yang mampu menyimpan pakaian dalam jumlah besar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seiring waktu dan perkembangan zaman, Koper Uwei sangat jarang sekali ditemukan. Selain berat, peti pakaian dari rotan ini juga kurang praktis saat dibawa dalam perjalanan. Hadirnya produk peti pakaian serupa yang dibuat secara modern berbahan baku plastik dan sejenisnya menyebabkan Koper Uwei semakin tersisih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Koper Uwei sekarang lebih banyak dipajang di rumah-rumah warga namun bukan lagi digunakan sebagai peti pakaian dari rotan, melainkan lebih kepada benda koleksi penginggalan keluarga secara turun temurun, bahkan menurut sejarah, diperkirakan pembuatan Koper Uwei terakhir adalah sekitar Tahun 1972.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-2880557839585583726?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/2880557839585583726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/koper-uwei.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/2880557839585583726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/2880557839585583726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/koper-uwei.html' title='Koper Uwei'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-115840985281588383</id><published>2010-04-16T11:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T11:15:16.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi'/><title type='text'>Hujan Meteor Lyrids</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hujan Meteor Lyrids&lt;/b&gt;. Pada Tahun 2010 tampaknya banyak sekali fenomena keajaiban alam yang sangat mencuri perhatian masyarakat di seluruh Nusantara, semua bermula dari munculnya beberapa bukti kekuasaan Tuhan yang dihubungkan berbagai mistis, ramalan hingga spekulasi tentang akhir zaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi fenomena alam akan terjadi di Indonesia dan fenomena alam itu adalah berupa “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hujan Meteor&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” yakni &lt;i&gt;fenomena alam hujan Meteor Lyrids&lt;/i&gt; yang diprediksi akan bermula pada Tanggal 16 April 2010, namun masyarakat di Indonesia tidak hanya bisa menyaksikannya pada tanggal 16 April 2010 saja namun lebih lama yakni hingga Tanggal 26 April 2010 khususnya pada waktu tengah malam hingga menjelang subuh (dini hari).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b8he_dd7-Xo/S8inUknAXvI/AAAAAAAAAZM/4sFUM4DPYZk/s1600/Gambar+Skema+Hujan+Meteor+Lyrids.png" imageanchor="Gambar Skema Hujan Meteor Lyrids" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_b8he_dd7-Xo/S8inUknAXvI/AAAAAAAAAZM/4sFUM4DPYZk/s200/Gambar+Skema+Hujan+Meteor+Lyrids.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasi bintang asal munculnya “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Meteor Lyrids&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” adalah rasi bintang &lt;b&gt;Lyra&lt;/b&gt; memiliki titik pancar dengan intesitas titik pancar tergolong kategori sedang yakni hanya belasan meteor per jam, kendati hanya belasan &lt;i&gt;meteor lyrid&lt;/i&gt; yang dipancarkan per jam, sepertinya fenomena keajaiban ini cukup menarik menarik perhatian masyarakat di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia hujan meteor memang dianggap langka sehingga &lt;i&gt;hujan Meteor Lyrids di Indonesia&lt;/i&gt; yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada tanggal 21 dan 22 April 2010 tidak mengherankan jika banyak masyarakat di Indonesia berusaha berebut untuk dapat menyaksikan langsung fenomena keajaiban tersebut. &lt;i&gt;Hujan Meteor Lyrids Hari Jumat 16 April 2010&lt;/i&gt; memang cukup menarik karena 16 April 2010 bertepatan dengan hari Jumat yang kebetulan merupakan hari yang sering terjadinya beberapa kejadian penting termasuk fenoma alam bahkan musibah dan bencana alam di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat ahli pun cukup beragam tentang hujan meteor termasuk &lt;i&gt;pendapat ahli tentang hujan Meteor Lyrids&lt;/i&gt; namun para ahli tersebut umumnya memiliki kesepahaman pendapat berdasarkan segi proses penyebab terjadinya hujan meteor. Pada dasarnya &lt;i&gt;penyebab hujan meteor Lyrids&lt;/i&gt; tidak jauh berbeda dengan penyebab hujan meteor lainnya yakni terjadinya gumpalan “&lt;i&gt;awan meteor&lt;/i&gt;” karena bumi sedang berevolusi melewati lapisan sisa debu pada lintasan komet khususnya lintasan "&lt;b&gt;Komet Thatcher&lt;/b&gt;", sehingga ketika komet Thatcher mulai mendekat areal matahari, pancaran energi matahari tersebut menguapkan dan menghamburkan gumpalan es dan debu pada inti komet Thatcher yang kemudian membentuk ekor. Partikel dari debu-debu bagian ekor Komet Thatcher yang masih tertinggal di sepanjang lintasan orbitnya tersebut merupakan gugusan meteoroid yang kemudian &lt;i&gt;gugusan meteoroid&lt;/i&gt; tadi bisa berpotensi menembus atmosfer dan terbakar di lapisan atmosfer menyebabkan munculnya hujan meteor yang disebut &lt;i&gt;hujan meteor Lyrid&lt;/i&gt; di permukaan bumi bila poros bumi mulai melintasi Matahari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia banyak warga bingung bagaimana cara melihat terjadinya hujan meteor seperti ini namun para ahli menyatakan &lt;i&gt;cara melihat hujan meteor Lyrids&lt;/i&gt; di Indonesia sebenarnya bisa dengan cara mudah yakni dapat dilihat secara langsung melalui kasat mata atau tanpa menggunakan alat bantu apapun dengan catatan bahwa cuaca di sekitar daerah tempat kita melakukan pengamatan harus memiliki cuaca cerah dan tidak tertutup mendung serta wajib terbebas dari berbagai polusi cahaya yang menggangu pengamatan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-115840985281588383?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/115840985281588383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/hujan-meteor-lyrids.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/115840985281588383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/115840985281588383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/hujan-meteor-lyrids.html' title='Hujan Meteor Lyrids'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b8he_dd7-Xo/S8inUknAXvI/AAAAAAAAAZM/4sFUM4DPYZk/s72-c/Gambar+Skema+Hujan+Meteor+Lyrids.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-8169942445783386931</id><published>2010-04-15T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T12:12:00.375-07:00</updated><title type='text'>Pakalu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pakalu&lt;/b&gt;. Kehidupan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah tak dapat dipisahkan dengan alam. Mereka hidup dalam kesederhanaan, di mana hasil alam berupa flora dan fauna merupakan sumber mata pencaharian utama untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Beberapa aktifitas yang menjadi penopang kehidupan masyarakat suku Dayak Kalimantan Tengah di jaman dahulu adalah berkebun, bersawah dan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/berladang-sebagai-budaya-dayak-kayan.html"&gt;berladang&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat bercocok tanam tersebut, terkadang para orangtua yang masih mempunyai anak kecil seusia satu tahunan harus membawa balitanya untuk &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/menugal-bagi-suku-dayak-kayan.html"&gt;menugal&lt;/a&gt; dan bercocok tanam di &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/dayak-kayan-mencari-lahan-ladang.html"&gt;lahan ladang&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar mereka tetap bisa bekerja sekaligus mengasuh anaknya, maka diciptakanlah alat gendong bayi yang dalam bahasa dayak setempat disebut dengan "&lt;i&gt;Pakalu&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pakalu dibuat dari kayu jenis gabus yang bersifat ringan dengan warna hitam. Pakalu dibuat dalam bentuk setengah lingkaran dengan bagian luar diberi ukiran motif wajah meyeramkan. Motif Dayak tersebut dipercaya sejak turun temurun memiliki kekuatan spiritual sebagai penolak bala untuk keselamatan sang anak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian atas diberi tali dari anyaman rotan hingga Pakalu dapat digendongkan pada bagian bahu orangtua si bocah. Proses pembuatan alat ini juga harus melalui lelaku tersendiri. Pohon untuk bahan kayu Pakalu terlebih dahulu ditaburi beras kuning (campuran beras dan kunyit). Saat di ambil bagian batangnya, dibacakan pula mantera-matera dalam &lt;b&gt;Bahasa Sangiang&lt;/b&gt; sebagai perwujudan meminta ijin dari "pemiliknya".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunitas masyarakat Dayak tempo dulu yang biasa menggunakan Pakalu kebanyakan berasal dari Kecamatan di pelosok Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-8169942445783386931?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/8169942445783386931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/pakalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8169942445783386931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8169942445783386931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/pakalu.html' title='Pakalu'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-8074276201595682212</id><published>2010-02-26T22:41:00.000-08:00</published><updated>2010-04-15T07:40:45.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Ritual Nahunan : Upacara Memandikan dan Pemberian Nama Bayi Suku Dayak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ritual Nahunan&lt;/b&gt; merupakan upacara khas suku &lt;b&gt;Dayak Kalimantan&lt;/b&gt; yakni upacara memandikan bayi secara ritual menurut kebiasaan suku &lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;&lt;b&gt;Dayak&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; Kalimantan Tengah. Maksud utama dari pelaksanaan Nahunan adalah prosesi pemberian nama sekaligus pembaptisan menurut &lt;b&gt;Agama Kaharingan&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/07/agama-orang-dayak.html"&gt;&lt;i&gt;agama orang dayak &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;asli dari leluhur) kepada anak yang telah lahir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_b8he_dd7-Xo/S4i8_KUIXcI/AAAAAAAAAWQ/Cd_AED-Y7Co/s1600-h/upacara+ritual+nahunan+suku+dayak.png" imageanchor="Upacara Ritual Nahunan Suku Dayak - Dayak Pos Online" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_b8he_dd7-Xo/S4i8_KUIXcI/AAAAAAAAAWQ/Cd_AED-Y7Co/s200/upacara+ritual+nahunan+suku+dayak.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Upacara Nahunan&lt;/b&gt; sendiri berasal dari kata "Nahun" yang berarti Tahun. Dengan demikian, ritual ini umumnya digelar bagi bayi yang telah berusia setahun atau lebih. &lt;i&gt;Prosesi pemberian nama&lt;/i&gt; dianggap oleh masyarakat Dayak sebagai sebuah prosesi yang merupakan hal sakral, karena alasan tersebut digelarlah upacara ritual Nahunan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil pilihan nama anak tersebut lantas dikukuhkan menjadi nama aslinya.Selain sebagai sarana pemberian nama kepada anak, &lt;i&gt;Nahunan &lt;/i&gt;juga dimaksudkan sebagai upacara membayar jasa bagi bidan yang membantu proses persalinan hingga si anak dapat lahir dalam keadaan selamat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Upacara Ritual Nahunan&lt;/b&gt; merupakan salah satu diantara "&lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/04/lima-ritual-besar-suku-dayak-di-kalteng.html"&gt;&lt;b&gt;Lima Ritual Besar Suku Dayak Kalteng&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;" selain beberapa ritual lainnya seperti &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/01/upacara-ritual-dayak-pakanan-batu.html"&gt;Upacara Ritual Dayak Pakanan Batu&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2010/02/upacara-adat-dayak-manyanggar.html"&gt;Upacara Adat Dayak Manyanggar&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Masyarakat Dayak&lt;/b&gt; khususnya Dayak di Pedalaman, hingga kini masih tetap setia melestarikan asset budaya ini sebagai kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia, selain untuk menghargai warisan leluhur, Suku Dayak meyakini jika keseimbangan antara Manusia, Alam dan Sang Pencipta merupakan suatu hubungan sinergis yang harus senantiasa tetap terjaga.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-8074276201595682212?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/8074276201595682212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/02/ritual-nahunan-upacara-memandikan-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8074276201595682212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/8074276201595682212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/02/ritual-nahunan-upacara-memandikan-dan.html' title='Ritual Nahunan : Upacara Memandikan dan Pemberian Nama Bayi Suku Dayak'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b8he_dd7-Xo/S4i8_KUIXcI/AAAAAAAAAWQ/Cd_AED-Y7Co/s72-c/upacara+ritual+nahunan+suku+dayak.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1703690430782980362.post-1408640422137459514</id><published>2010-04-13T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T12:12:00.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalteng'/><title type='text'>Tangkiling</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tangkiling&lt;/b&gt;. Secara geografis, suatu daerah yang berkontur landai dengan sejumlah aliran sungai besar umumnya tak memiliki kawasan perbukitan. Namun, tidak demikian halnya dengan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/palangka-raya.html"&gt;Kota Palangka Raya&lt;/a&gt;. Hanya berjarak sekitar 32 Kilometer dari pusat kota, sebuah kawasan &lt;i&gt;perbukitan&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;pesona alam&lt;/i&gt; yang elok serta kaya dengan beragam &lt;i&gt;flora&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;fauna&lt;/i&gt; ada di Kota Cantik ini. Alhasil, jadilah lokasi yang disebut Cagar Alam Bukit Tangkiling itu sebagai salah satu keunikan dan &lt;i&gt;ikon Kota Palangkaraya &lt;/i&gt;sekaligus sebagai objek &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/12/wisata-alam-di-kalimantan-tengah.html"&gt;wisata alam di Kalimantan Tengah&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara administrasi, pemerintahan &lt;b&gt;Taman Alam Bukit Tangkiling&lt;/b&gt; berada di wilayah Desa Tangkiling dan Banturung, Kecamatan &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/11/bukit-batu.html"&gt;Bukit Batu&lt;/a&gt;, Kota Palangka Raya, Provinsi &lt;a href="http://www.dayakpos.com/2009/10/kalimantan-tengah.html"&gt;Kalimantan Tengah&lt;/a&gt; (&lt;b&gt;Kalteng&lt;/b&gt;). Kawasan ini lantas dijadikan cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor:046/Kpts/Um/1/1977 tanggal 25 Juli 1977 dengan luas kawasan 2.061 Ha.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar &lt;i&gt;Cagar Alam Bukit Tangkiling&lt;/i&gt; termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah atau hutan rawa. Jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan Cagar Alam Bukit Tangkiling antara lain : Pelawan (Tristania Obotova), Meranti (Shorea sp), Tengkawang (Shorea spp), Geronggang (Cratoxylon Arborescens) dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan jenis-jenis satwa yang terdapat di Cagar Alam Bukit Tangkiling adalah: Rusa (Cervus sp), Buaya Sapit (Tomistoma Schlenegelli), Burung Tekukur (Streptillia Chinensis), Burung Cucak Rowo (Pycnonotus Zeylanicus) dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya menawarkan eksotisme alam dan satwa, kawasan &lt;i&gt;Bukit Tangkiling&lt;/i&gt; juga memiliki historika tersendiri. Hal itu berkaitan dengan keberadaan sebuah bongkahan batu yang sepintas mirip dengan penggalan lambung kapal besar di lokasi Bukit Tangkiling ini. Masyarakat setempat mengenal batu itu dengan sebutan "&lt;b&gt;Batu Banama&lt;/b&gt;".&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://www.dayakpos.com/"&gt;Dayak Pos Online&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1703690430782980362-1408640422137459514?l=www.dayakpos.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dayakpos.com/feeds/1408640422137459514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/tangkiling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/1408640422137459514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1703690430782980362/posts/default/1408640422137459514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dayakpos.com/2010/04/tangkiling.html' title='Tangkiling'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09006620300760604271'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>