Dewan Minta Blacklist Perusahaan Pembangunan TPI Kumai Bermasalah

Sejumlah legislator Komisi B DPRD kalteng, saat meninjau langsung TPI Kumai kabupaten Kotawaringin Barat, pekan lalu.(Dayak Pos/Novan)

Palangka Raya, Dayak Pos

Legislator Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng) H. Edy Rosada, meminta mepada pihak Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Khususnya Dinas/Instansi terkait untuk memasukan nama perusahaan kontraktor yang membangun Tempat Pendaratan Ikan (TPI) tersebut, yaitu PT. Kalangkap kedalam daftar hitam (Blacklist), agar tidak kembali mendapatkan proyek lanjutan pembangunan TPI Kumai.

Pasalnya hingga saat ini, proyek pembangunan TPI kumai masih belum terselesaikan oleh PT. Kalangkap. Padahal, pada plank pembanguan sendiri tertera bahwa penyelesaian TPI tersebut ditargetkan selesai pada 20 Desember 2017 lalu.

“Ini kan ada Proyek lanjutannya, pada tahun 2017 kemarin telah dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 11 Milyar dan hasil lelang kemarin, tembus di 9,8 Milyar, serta telah dilaksanakan. Namaun, pada saat kita melakukan tinjauan langsung ke lapangan, ternyata banyak ketidaksesuaian antara anggaran yang telah disiapkan dengan spesifikasi pembangunan.”Ucapnya saat dibincangi awak media, di gedung Dewan, jalan S.parman Kota Palangka Raya, Selasa (15/5) kemarin.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini juga menjelaskan, untuk menyelesaian TPI sendiri baru dilakukan pada masa pemeliharaan terakhir. Artinya pemeliharaan tersebut termakan waktu oleh penyelesaian fisik.

“kita tidak bisa menyalahi apabila pemeliharaan tersebut termakan waktu oleh penyelesaian fisik. Tetapi yang berikutnya, kita tidak ingin ada pekerjaan lanjutan dari Dermaga tersebut dilanjutkan oleh perusahaan kontraktor yang sama. Karena pekerjaan sebelumnya pun belum beres dan kita juga meminta kepada pihak Inspektorat untuk mengusut hal tersebut sampai tuntas.”Tegas Politisi dari partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Selain itu, sambung Edy, apabila ada penyimpangan-penyimpangan maupun kesalahan yang melanggar aturan, disamping adanya tindakan tegas dari Inspektorat, dirinya juga meminta pihak Penyidik untuk terlibat dalam hal pengawasan.

“Kan aturanya setelah 60 hari masuk kedalam Inspektorat dan tidak ada kesimpulan, sebenarnya boleh ranah hukum lain untuk terlibat. Dan kenyataannya sekarang sudah lebih dari 60 hari, bahkan sekarang telah mencapai 5 bulan. Jadi pada intinya, kita meminta dengan tegas kepada Inspektorat untuk mengusut tuntas proyek pembangunan TPI tersebut. Kemudian, kita juga minta pihak Dinas Perikanan dan Kelautan jangan memberikan lagi kesempatan kepada perusahaan kontraktor PT. Kalangkap, untuk memenangkan lelang/Tender untuk pekerjaan lanjutannya.”Tandasnya.

Dilansir dari pemberitaan sebelumnya, Komisi B DPRD kalteng menemukan proyek pembangunan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kumai bermasalah. Oleh sebab itu, pihaknya juga meminta agar Inspektorat Kalteng dapat secara transparan mengaudit pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Tujuan dari kunjungan tersebut untuk melihat pekerjaan yang didanai dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran (TA) 2017 lalu, dimana anggarannya cukup besar, yakni Rp9,8 miliar lebih. Pekerjaan tersebut dimulai 23 Agustus 2017 hingga 20 Desember 2017 lalu.

Selain tidak sesuai dengan Spesifikasi, pekerjaan tersebut ada yang sudah pecah dan patah. Melihat pekerjaan yang ditemukan bermasalah tersebut, pihak Komisi B langsung mengkonfirmasi masalah tersebut kepada dinas terkait melalui PPTK. Namun dari penjelasan pihak dinas, pekerjaan tersebut sudah selesai.

Sementara dari informasi yang juga diperoleh, pekerjaan yang memakan biaya cukup besar tersebut, penyelesaiaan pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh pihak rekanan setelah kontrak berakhir, artinya dilakukan penyelesaian dalam tahap pemeliharaan. Bahkan, hasil pekerjaan tersebut sampai sekarang ini belum bisa dimanfaatkan oleh nelayan setempat, karena speknya diduga bermasalah, sehingga belum berani digunakan.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.