Berita Dayakpos 16/04/2018

Palangka Raya, Dayak Pos

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H.M. Anderiansyah menghimbau untuk seluruh lapisan masyarakat di Kalteng, agar bisa menyampaikan aspirasi dengan damai dan sesuai aturan yang berlaku, khususnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dengan cara berunjuk rasa.

“kita tidak tertutup dengan penyampaian aspirasi dari masyarakat, baik itu dengan cara pertemuan secara langsung, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) mauoun dengan cara berunjuk rasa. Tetapi ikutilah aturan yang berlaku, karena tujuan utamanya adalah mencari solusi dan Dewan akan memperjuangkan aspirasi tersebut.”Ucapnya saat dibincangi awak media di Gedung Dewan, jalan S.Parman Kota Palangka Raya, Jumat (13/4) kemarin.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menjelaskan, dalam berunjuk rasa dalam menyampaikan sebuah aspirasi maupun paham, baik yang bersifat keras maupun tidak dalam penyampaiannya, selama tidak melakukan aksi anarkis dan serta sesuai dengan aturan perundang-undangan, tidak menjadi masalah.

“”Saya rasa, untuk yang menganut paham keras maupun tidak keras dalam penyampaiannya, selama itu tidak terpaut dalam aksi anarkis serta sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada, maka hal unjuk rasa tersebut tidak menjadi masalah, bahkan akan sangat lebih baik, apabila pengunjuk rasa duduk bersama-sama dengan dewan untuk mencari solusi terbaik.”Tandasnya

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng III meeliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara ini juga menegaskan, bagi masyarakat yang berunjuk rasa, jangan samoai membawa hal yang berbau sara, yang nantinya akan berdampak pada perpecahan bangsa.

“”Jangan sampai membawa sara, baik itu ras, suku, maupun agama dalam unjuk rasa. Jangan sampai hal tersebut dijadikan modal, untuk memecah belah bangsa ini. Apalagi sampai terjadi bentrok maupun kerusuhan, karena kita tidak akan bila meneruskan pembangunan apabila hal itu sampai terjadi. Jadi kalau bisa hindari hal-hal yang berbau sara.”Tegasnya.

Selain itu, sambungnya, bangsa ini dibangun dengan perjuangan yang berat, sehingga jangan sampai bangsa ini menjadi terpecah-belah, hanya karena isu sara yang diprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

“Kita membangun bangsa ini dengan perjuangan yang berat, ringan sama di jinjing, berat sama dipikul, jangan sampai kita terpecah belah oleh isu sara yang diprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab. Kita telah merasakan pahitnya perpecahan pada tahun 2001 lalu, jangan sampai kenangan pahit itu terulang kembali.”Pungkasnya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.