Cegah Rabies, Distankan Terus Lakukan Vaksinasi Hewan 

K H Sunarto.

Nanga Bulik,  Dayak Pos

Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distanakan) Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, terus melakukan vaksinasi hewan yang tertular kepada manusia atau sering disebut dengan Rabies. Vaksinasi ini, merupakan upaya Distanakan setempat untuk mencegah adanya penyakit rabies yang biasanya ditularkan oleh hewan tersebut.

“Kami selalu rutin melakukan vaksinasi keliling diwilayah Kabupaten Lamandau ini, dengan menjadwalkan dua kali setiap tahunnya. Dalam setahun ada 2 kali kita laksanakan vaksin pada bulan April-Juni. Dan akhir tahun pada bulan September-November,” kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamandau, H Sunarto di Nanga Bulik, Jum’at (5/10).

Ditambahkannya, pihaknya melakukan pendataan terhadap Anjing dan Kucing yang ada diwilayah setempat kaitannya dengan pencegahan terhadap penyakit menular terutama Rabies. Bahkan selama ini anjing memang menjadi salah satu hewan penular rabies.

“Selain itu juga, vaksinasi ini juga dilakukan diluar jadwal yang direncanakan, apabila ada kejadian insidentil seperti misalnya ada kejadian gigitan hewan menular Rabies, maka TKP di sekitar wilayah tersebut akan dilokalisir dan langsung di laksanakan vaksin keliling apabila memang positif Rabies,” jelasnya.

Apabila ada ditemukan hewan tertular Rabies akan diamankan untuk dilakukan penanganan, dan tindakan lanjutan. Pihaknya juga memerlukan kesadaran masyarakat untuk mempersilahkan petugas melakukan vaksin terhadap binatang peliharaan mereka. Dan jangan sampai ada kejadian baru diberikan di vaksin hewannya.

Pentingnya dilaksanakan vaksin Rabies untuk menjamin keamanan, termasuk pemilik hewan itu sendiri ketika suatu saat diserang hewan menular Rabies, untuk mempermudah pengawasan nantinya hewan tersebut akan didata.

Khusus untuk binatang anjing meliputi nama anjing, umur, tanggal lahir, pernah divaksin apa saja. Dan ini merupakan program dari Distanakan setempat, setelah itu baru akan dilakukan vaksinasi yang dilanjutkan dengan memberikan pengarahan kepada para pemilik hewan tersebut.

“Hal ini dilakukan agar warga khususnya para pemilik hewan yang tertular penyakit Rabies agar dilakukan pemeliharaan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai hewan peliharaan, terutama hewan anjing tersebut justru diliarkan dan akan mengganggu masyarakat lainnya,” demikian Sunarto. (FD/Lsn)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.