Berita Dayakpos 30/04/2018
Kasat Reskrim Polres Seruyan Iptu Wahyu Setyo Budiharjo

Kuala Pembuang, Dayak Pos

Malang betul nasib di Putri (nama samaran), warga di bilangan Kuala Pembuang, harus menerima kenyataan pahit dan nasib buruk dirinya setelah  kehormatannya direnggut oleh seorang pria yang notabene merupakan tetangganya sendiri. Sukirman (bukan nama sebenarnya), tidak kuat menahan nafsu birahinya hingga akhirnya si Putri menjadi wadah melampiaskan perilaku bejatnya tersebut.

“Kejadian asusila ini terjadi pada Sabtu (28/4) malam lalu, di dalam rumah pelaku di jalan AIS Nasution Kuala Pembuang, kabupaten Seruyan,” kata Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting melalui Kasat Reskrim Polres Seruyan Iptu Wahyu Setyo Budiharjo di Kuala Pembuang, Minggu (29/4) kemarin.

Kepada awak media, Kasat Reskrim menuturkan modus operandi kejadian pencabulan atau pemerkosaan tersebut, pada malam itu korban sedang berbelanja makanan di warung yang juga merupakan rumah tersangka. Ketika korban tengah memilih beberapa makanan yang akan dibeli, tiba-tiba pria 35 tahun tersebut sudah berada di belakang korban.

Dengan sekejab pelaku langsung memegang tangan korban dan menarik si Putri yang berusia 18 tahun itu masuk ke dalam rumah dan kamarnya.  Karena merasa khawatir dirinya akan mendapat perlakuan tidak senonoh oleh tersangka, korban pun sempat memberontak dan menolak dibawa masuk ke dalam kamar.

Karena korban terus memberontak, tersangka langsung melemparkan korban ke tempat tidur yang kemudian langsung menindih korban dan memaksanya untuk melakukan intim layaknya pasangan suami isteri. Korban yang sudah kalut dan tidak dapat berbuat apa-apa karena ketakutan dan dibawah tekanan pelaku.

“Menurut pengakuan tersangka, dirinya melakukan itu bukan karena sedang terpengaruh apa-apa alias memang pada kondisi sadar atau normal. Padahal pelaku sudah memiliki isteri dan korban pun juga sudah bersuami,” katanya.

Setelah itu, lanjut Wahyu, korban langsung bergegas pulang ke rumahnya dan langsung mendatangi suaminya seraya memohon maaf dan menangis terisak-isak hingga hampir pingsan tak sadarkan diri. Suaminya yang tidak mengerti dengan perilaku isterinya yang sudah menjadi korban pemerkosaan tetangganya tersebut hanya kebingungan.

Tidak berapa lama, datang seorang perempuan berinisial RY (32) yang kemudian menceritakan kepada suami korban bahwa isterinya telah menjadi korban kelakuan bejat tetangganya sendiri. Tidak terima akan hal tersebut suami korban langsung melaporkan kasus itu ke Polres Seruyan.

“Tersangka pun berhasil kita tangkap tanpa perlawanan setelah sebelumnya diamankan oleh pihak keluarga korban,” terangnya.

Dari perkara itu, petugas kepolisian setempat mengamankan sejumlah barang bukti yakni beberapa pakaian yang dikenakan oleh tersangka dan korban pada saat kejadian serta sprei atau sarung kasur milik tersangka.

“Kita mengamankan barang bukti berupa celana panjang jeans warna biru, baju kaos dalam warna hijau muda, sprei motif belang belang warna kuning dan merah, celana dalam warna hijau, baju lengan panjang dengan motif tengkorak warna hitam dan putih, celana panjang panjang motif bunga warna merah dan biru, celana pendek hotpant warna hitam dan BH warna biru muda,” ungkapnya.

Saat ini tersangka sudah mendekam di jeruji besi Mapolres Seruyan guna menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas Kepolisian. Atas perbuatannya tersangka disangkakan Pasal 298 dan atau Pasal 285 KUH Pidana.

“Tersangka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting kepada Dayak Pos  mengatakan, sedari awal sejak menjabat sebagai Kapolres Seruyan dirinya berkomitmen akan menindak tegas bagi para pelaku tindak pidana asusila di wilayah hukum Polres Seruyan. Oleh karena itu, perkara ini tidak diproses dengan cepat dan tuntas sesuai dengan visi dan misinya.

Selain itu, tambah Kapolres, kepada oknum masyarakat yang akan melakukan tindak kriminal asusila sebaiknya berpikir terlebih dahulu dan banyak berdoa sebelum melakukan tindakan yang hasilnya hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Lebih baik perbanyak beribadah agar dijauhkan dari pikiran untuk melakukan perbuatan maksiat serta dilindungi oleh tuhan dari godaan dan hasutan setan,” tegasnya.(Rul)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.