Antisipasi Serangan Buaya, Gubernur Kalteng Minta Masyarakat Waspada

Aman selaku korban serangan Buaya diperbatasan Kabupaten Pulang Pisau dan Katingan Kuala, ditemukan warga dengan kondisi mengenaskan.(Dayak Pos/Novan)

Palangka Raya, Dayak Pos

Maraknya penyerangan yang dilakukan oleh Buaya di perbatasan Kabupaten Pulang Pisau dan katingan Kuala, kabupaten Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat perhatian dari Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran. Pasalnya kejadian penyerangan yang dilakukan oleh Reptil yang telah hidup sejak zaman dahulu tersebut tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali.

“Kalau memang sudah beberapa kali kejadian penyerangan ini terjadi, kita minta kepada pihak berwajib serta Instansi terkait segera turun tangan untuk membantu masyarakat, jangan sampai nantinya jatuh korban lagi.”Ujar Sugianto saat dimintai tanggapan oleh sejumlah awak media, di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya, Senin (22/1) kemarin.

Tidak hanya itu, Sugianto juga meminta masyarakat untuk waspada, terutama bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai. Pasalnya buaya tergolong hewan Predator yang cukup ganas dan keberadaannya sulit untuk diprediksi.

“Kita tidak tahu kapan haya mengintai, salah satunya seperti serangan buaya, apalagi yang namanya didalam air kan sudah pasti buaya tidak kelihatan, oleh karena itu, saya selaku gubernur Kalteng meminta masyarakat untuk tidak menurunkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang bermukim dibantaran sungai, atau yabg kesehariannya menggantungkan hidup dari hasil mencari ikan.”Tandasnya.

Sementara itu dilansir dari pemberitaan sebelumnya, Polsek Katingan Kuala menerima laporan kehilangan seorang warga setempat yang dikabarkan dimakan buaya saat memasang jaring untuk mencari ikan di Sei Sabangau Besar perbatasan Katingan dan Pulang pisau, masih dalam kawasan taman nasional sebangau.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, kejadian tersebut diceritakan dua orang saksi teman korban bernama Ari dan Yuni yang pada Sabtu (20/1) juga bersama korban mencari ikan di Sei Sabangau tersebut.

Kejadian pada, Sabtu (20/1) pukul 04.30 WIB. Saat itu korban bernama Aman dan dua temannya Yani dan Ari tengah memasang alat perangkap jaring udang dan ikan Jenis Hampang dengan cara masuk ke dalam air di anak sungai Kerokan Lumpur yang terletak di Sungai Sebangau Besar Kabupaten Pulang pisau.

Korban Aman dan rekannya Yani dan Ari bersama-sama masuk ke dalam air memasang jaring ikan.  Setelah selesai memasang jaring ikan, Yani dan Ari baru menyadari bahwa korban menghilang dan tidak jelas posisinya.

Kemudian keduanya berusaha mencari korban di sekitaran anak sungai kerokan Lumpur namun tidak menemukan korban.

Keduanya lalu kembali ke Desa Sebangau Jaya Kecamatan Katingan Kuala untuk meminta bantuan masyarakat dan melakukan pencarian korban. Rekan korban dibantu masyarakat melakukan penyisiran di sekitaran Anak Sungai Kerokan Lumpur.

Di lokasi tesebut warga menemukan seekor buaya muara sedang berjemur di pinggir sambil memakan korban. Kedua rekan korban dan masyarakat yang melihat hal tersebut kaget.

“Kami mencari sebuah tongkat kayu untuk mengusir buaya muara tersebut dan berupaya melepaskan korban dari mulut buaya tersebut hingga akhirnya dilepas buaya. Namun korban saat itu sudah meninggal dunia,”ujar Ari.

Warga dan rekan korban selanjutnya membawa mayat korban ke Desa Sebangau Jaya Kecamatan Katingan Kuala untuk dimandikan dan dibersihkan serta dikebumikan pada hari itu juga oleh keluarga korban.

Menurut keterangan warga, saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah tak utuh lagi. Aman sudah dalam keadaan meninggal dunia  dengan kondisi tangan kanan hilang, kaki kiri remuk dan perut dalam keadaan sobek akibat dicabik buaya.(006)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.