Banyak hal yang didapatkan para Kelompok Tani Kabupaten Murung Raya (Mura) disaat melakukan studi banding di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu lalu. Misalnya pembelajaran berharga yang didapatkan dari Kelompok Tani Simpang Tiga Kecamatan Matraman bahwa produksi jenis karet asap (ruber sheet) yang selama ini belum pernah diterapkan di Murung Raya justru memiliki potensi dan standar harga paling tinggi.Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Murung Raya mengatakan bahwa produksi jenis karet asap sangat tepat dikembangkan oleh para petani di Mura namun kuantitasnya masih rendah. Salah satu pemicunya adalah kualitas produk karet masyarakat masih karet biasa.
Bila para petani karet di Kabupaten Murung Raya dapat menerapkan seperti apa yang dilakukan oleh Kelompok Tani di Matraman Kalsel maka akan lebih banyak mendatangkan hasil bagi para petani, itupun sepanjang harga tidak dipermainkan oleh tengkulak.
Selama studi banding di Kalsel, para petani karet di Mura mengaku banyak mendapatkan suatu pengetahuan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, termasuk tentang potensi karet asap di Mura. Pengalaman ini nantinya akan ditularkan kepada para petani karet lainnya di Murung Raya, termasuk cara memilih asal usul bibit karet, membentuk okulasi, tata cara merawat karet asap, cara menyadap hingga memasarkan karet jenis asap tersebut.
Kisaran harga jenis karet asap ini juga diakui lebih tinggi jika dibanding karet jenis biasa. Di Kalsel saja mencapai Rp. 12.500,- per kilogram karet kering. Untuk penjualan hasil tidak terikat hanya satu pembeli karet atau pabrik terntentu, siapa saja yang mau membeli karet asap tersebut harus dilayani, sepanjang harga sesuai standar pemasaran.
0 komentar:
Poskan Komentar