Pelabuhan Sampit Menjadi Pemicu Inflasi Tertinggi

Aktifitas bongkar muat barang di Pelabuhan Sampit menjadi pemicu inflasi tertinggi pada daerah tersebut. Untuk skala Kalimantan Tengah (Kalteng) Sampit pemegang inflasi tertinggi dengan nominal 0,82 persen pada bulan November lalu. Dalam Berita Resmi Statistik Kalteng yang disampaikan Kepala Biro Statistik Kalimantan Tengah, WS Dantes Simbolon mengatakan, barang-barang yang masuk lewat pelabuhan Sampit terdiri dari daging ayam, perhiasan emas, bawang merah, mie kering instant dan cabe rawit.

Inflasi Sampit ini berbanding terbalik dengan inflasi Kota Palangka Raya yang 0,58 persen. Dalam kalkulasi Dantes kondisi inflasi Kota Palangka Raya dianggap mendekati stabil. Beberapa rujukan untuk itu bisa dilihat dari laju inflasi menurut tahun kalender (month of date) yang terpatok pada angka 1,04 persen dibandingkan tahun 2008 (year to year) mencapai 0,43. Sementara jika diteropong dari inflasi gabungan Sampit - Palangka Raya, maka secara umum berada pada hitungan 0,69 persen dengan laju inflasi menurut tahun kalender 2009 sebesar 2,02 persen. Dibandingkan 2008 lalu, capaiannya 1,75 persen.

Sedangkan dari kondisi ekspor-impor Kalteng, dipandang Dantes cukup menggembirakan. Hal ini nampak pada nilai ekspor yang naik 16,79 persen di bulan Oktober lalu. Sebelumnya September hanya 29,98 juta dollar berbanding 25,67 juta dollar.

Kalau ekspor naik, maka impor malah menurun. Pada Oktober capaian penurunan sebesar 43,87 persen. Dibandingkan September penurunannya hanya 34,98 juta dollar. Berarti terjadi penurunan 4,65 juta dollar.

Crude Palm Oil (CPO) rupanya masih mendominasi ekspor Kalteng ke luar negeri, utama ke negeri tirai bambu, Cina. Nilai ekspornya sebesar 5,81 juta dollar (19,38 persen), disusul India 5,75 juta dollar (19,18 persen).

Sementara barang-barang yang masuk tetap sama dengan Berita Resmi Statistik sebelumnya, yaiut masih didominasi permesinan dan suku cadang peralatan pesawat senilai 2,56 juta dollar (98,08 persen) dan perabot rumah tangga atau alat penerangan keluarga 0,05 juta dollar (1,92 persen)

Artikel Dayak Pos Lainnya Berdasarkan Kategori



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Dayak Pos Online Copyright © 2009