Desa Siaga Mengatasi Gizi Buruk

Kalteng Bebas Gizi Buruk di Tahun 2010Desa Siaga Menngatasi Gizi Buruk - Dari 14 Kabupaten/kota di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan daerah terbesar terjadinya kasus gizi buruk. Dari data hasil rekapitulasi laporan gizi per kabupaten/kota 2009 sebanyak 42 kasus gizi buruk terjadi di Kotim. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Don FB Leiden.

Permasalahan gizi buruk ini tentu memerlukan perhatian bersama dan bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan. Faktor kesulitan ekonomi menjadi salah satu pemicu terjadinya gizi buruk atau kekurangan gizi. Hanya saja, jumlah kasus akibat ekonomi relatif kecil sebab pemerintah memiliki program makanan tambahan (PMT) untuk mengatasinya.

Don mengatakan, pihaknya terus berupaya mengantisipasi terbukanya peluang bagi kasus gizi buruk. Salah satu upaya itu adalah dengan memperbanyak desa-desa siaga di Kalteng.

Desa siaga artinya siaga terhadap bencana, siaga terhadap imunisasi, siaga terhadap gizi buruk, siaga terhadap penyakit-penyakit lainnya seperti rabies dan lain sebagainya. Desa Siaga merupakan cetusan atau contoh kerja yang sudah diperintahkan dari Departemen Kesehatan (DEPKES) RI pada daerah-daerah terpencil di Indonesia. Syaratnya desa terpencil yang benar-benar siaga.

Kalau di Kalteng, desa siaga dimaksud tidak jauh berbeda dengan desa Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu (PM2L). Karena itu, wajar jika pihak Dinas Kesehatan menginginkan desa PM2L adalah desa siaga juga, kendatipun desa PM2L lebih terfokus kepada penuntasan kemiskinan di desa bersangkutan.




Artikel Dayak Pos Lainnya Berdasarkan Kategori



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Dayak Pos Online Copyright © 2009