Bank Dunia (World Bank) tawarkan pengembangan ekonomi lokal kepada Pemerintah Kota Palangka Raya, Pimpinan Tim Urban Institutional Development Program (UIDP) Hendro Pranoto mengatakan, pengembangan ekonomi lokal merupakan agenda reformasi baru yang ditawarkan kepada Pemko Palangka Raya. Apabila disetujui, maka akan direalisasikan pada awal tahun 2010 mendatang.Pertemuan tersebut masih sebatas meperkenalkan program, secara teknis nantinya akan dilakukan pembahasan bersama antara konsultan dan Pemko Palangka Raya. Konsultan pun saat ini masih dalam proses rekrutmen untuk bidang tersebut. Selama ini, agenda reformasi hasil kesepakatan Pemerintah Kota Palangkaraya dan Bank Dunia yang dilaksanakan berupa pembahasan pengelolaan keuangan daerah, pembaharuan pengadaan barang dan jasa, transparansi, partisipasi dan akuntabilitas, serta bidang generic capacity building atau pengelolaan aset. Pihak Bappeda Kota Palangka Raya sendiri menyambut positif tawaran berbentuk Grant itu karena wilayah Palangka Raya merupakan kawasan yang mayoritas berkategori pedesaan dengan potensi yang ada, yaitu bidang pertanian.
Selama ini, Pemko memfasilitasi penyediaan data-data yang dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi lokal, seperti RPJMD, APBD Kota, profil investasi dan PRIJM. Untuk mencari data komoditas unggulan di kota Palangka Raya telah dilakukan berbagai kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kondisi saat ini Palangka Raya belum memiliki produk unggulan. 80 persen PDRB kota Palangka Raya bersumber dari sektor jasa, yang bergerak karena investasi pemerintah, bukan dari potensi ekonomi masyarakat sendiri, meskipun kota ini merupakan pusat jasa, pemerintahan dan industri.
Saat ini sudah ada kerjasama dengan IPB dan UNPAR untuk pengembangan potensi ekonomi. Nantinya, dapat dipadukan secara bersama sehingga database bisa dimanfaatkan ke depan bagi pengembangan ekonomi lokal.
Dari sisi tenaga kerja, sektor yang dominan dikembangkan masyarakat adalah sektor jasa, perkebunan dan perdagangan, pariwisata dan industri. Posisi Palangka Raya berada di tengah-tengah. Apabila akses dari kabupaten lancar, maka berpotensi menjadi pusat perdagangan dan sektor jasa.
0 komentar:
Poskan Komentar